Perjalanan hari pertama dimulai dengan saya diajak berjalan kaki ke entah dimana. Saya hanya mengikuti teman saya berjalan, di awal dia bertanya "Lu mau ala backpacker apa ala orang kaya?"
Tentu saja saya menjawab "Backpackerlaaah!" kemudian dia mengangguk dan tersenyum "OK, Backpacker ya."
Dan benar saja, saya benar-benar diajak berjalan dan tidak menerima keluhan. Khusus hari ini saya harus mengikutinya kemanapun dia mengajak. Setelah sekitar 20 menit, melewati jalan tikus, kami keluar dan melewati sebuah jembatan menuju Malioboro. Dari sana saya sudah mulai melihat-lihat tulisan Malioboro dalam tulisan Sansekerta.
Antara percaya dan tidak percaya telah menginjak Jogja, saya masih melihat-lihat di satu titik sampai teman saya kembali ke tempat dimana saya diam dan menarik saya untuk kembali berjalan. Dia mengajak saya untuk segera sarapan, walaupun kami sudah banyak melewati tukang makanan, dia tetap mengajak saya melewati Malioboro dan mengajak saya mengunjungi Pasar Beringharjo untuk mencoba soto khas Jawa.
Saat diberikan semangkuk soto, saya langsung protes. "Saya mau sarapan banyak, gamau air doank"
lalu dia tersenyum dan menyuruh saya mengaduknya. Ternyata nasinya sudah berada dibawah kuah soto itu. Dan dengan lahap saya menyantap makanan itu ditemani dengan es kelapa.
Lanjut perjalanan kami berjalan lagi ke daerah Museum Verdburg yang terkenal itu saya melihat kesemua tempat yang berisi berbagai sejarah-sejarah Indonesia. berjalan lagi ke arah istana kesultanan, kami terus berjalan mengunjungi berbagai museum di sekitar wilayah kesultanan. Dan kemudian mengajak saya ke tempat pemandian raja dan ratu jaman dahulu (saya lupa namanya)
Selepas dari sana, dengan berjalan atau dengan transjogja yang murah meriah dan kadang-kadang becak, kami berjalan menuju ke Kota Gede. Melihat-lihat mesjid besar dan sekitar-sekitar sana. Tidak lupa mencicipi sedikit makanan disana. Lalu pergi menuju hotel yang sudah dibooking sebelumnya. http://ceritacarita.blogspot.com/2013/03/hotel-murah-di-yogyakarta.html
Menaruh barang, lalu ganti baju dan kembali meluncur untuk menikmati suasana malam Malioboro. Mencari makan malam nasi gudeg dan lain-lain, lalu melihat atraksi-atraksi malam yang katanya teman saya sih dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa.
Setelah makan malam, dan berjalan-jalan kamipun berpisah. Teman saya pulang, dan saya kembali ke hotel untuk beristirahat.
Friday, August 30, 2013
Tuesday, August 27, 2013
My 25th
So, sampailah di usia ini. Dua Puluh Lima.
Rasanya 25 itu begini, anehnya masih tetap saja merasa seperti usia 22 atau 23. Masih sama menyenangkan, belum pusing-pusing amat mikirin ini itu (mungkin seharusnya sudah mulai kali ya?)
Di beberapa tahun yang lalu sering mendengar dan memperbincangkan bagaimana rasanya berusia 25 tahun. Katanya di usia ini, para perempuan sedang didorong oleh orang-orang terdekatnya untuk menikah.
Pembicaraan itu ternyata benar, walaupun didorong untuk menikah sudah dari sebelum umur 25. Tapi rasanya, ternyata tidak begitu menakutkan untuk menjadi perempuan berusia 25 tahun. Dengan perkembangan waktu yang (entah bagaimana menyebutkannya) umur 25 sepertinya tidak lagi menjadi batasan umur harus seorang perempuan segera menikah,karena menikah itu bisa kapan saja, tidak harus berumur 25 tahun ;)
Dan sekarang menjadi perempuan berumur 25 tahun masih tetap saja merasa paling muda, karena di kantor teman-teman sudah berumur jauh di atas saya. Jadi always enjoy my life, mau berapapun umurnya. Dan selalu get do the best in manya things. Makin harus banyak belajar untuk jadi manusia lebih baik lagi.
Happy 25th Birthday, Me !
Rasanya 25 itu begini, anehnya masih tetap saja merasa seperti usia 22 atau 23. Masih sama menyenangkan, belum pusing-pusing amat mikirin ini itu (mungkin seharusnya sudah mulai kali ya?)
Di beberapa tahun yang lalu sering mendengar dan memperbincangkan bagaimana rasanya berusia 25 tahun. Katanya di usia ini, para perempuan sedang didorong oleh orang-orang terdekatnya untuk menikah.
Pembicaraan itu ternyata benar, walaupun didorong untuk menikah sudah dari sebelum umur 25. Tapi rasanya, ternyata tidak begitu menakutkan untuk menjadi perempuan berusia 25 tahun. Dengan perkembangan waktu yang (entah bagaimana menyebutkannya) umur 25 sepertinya tidak lagi menjadi batasan umur harus seorang perempuan segera menikah,karena menikah itu bisa kapan saja, tidak harus berumur 25 tahun ;)
Dan sekarang menjadi perempuan berumur 25 tahun masih tetap saja merasa paling muda, karena di kantor teman-teman sudah berumur jauh di atas saya. Jadi always enjoy my life, mau berapapun umurnya. Dan selalu get do the best in manya things. Makin harus banyak belajar untuk jadi manusia lebih baik lagi.
Happy 25th Birthday, Me !
Subscribe to:
Posts (Atom)