Friday, October 31, 2014

What a Complicated !


Feeling jenuh, ngga apa-apa kali ya diungkapkan

Everytime I complained, even now, when I am writing this. My heart always reminds me that I better not to complain.

Maaf hati, saya selalu nakal. Hiks.

It is about my work. Feels like wanna have a boss like Kim Do Jin (Jang Dong Gun-Gentleman's Dignity) when his staff got trouble from his client dan diperlakukan tidak semestinya. Dengan gagahnya Kim Do Jin bilang :
Hei, lo tau kenapa gaji gue lebih gede dari elo? itu karena tugas gue adalah menyelesaikan masalah-masalah yang elo ngga bisa handle. Udahlah, serahkan hal ini ke gue, lo tetep kerja seperti biasa aja.
Beuh !! Wish you like him, Pak. Well you already did actually, beda cara aja sih :) tapi mudah-mudahan memang maksudnya adalah begitu, lagi-lagi karena si Bapaknya begitu, ada thought yang bilang "Lo sih ngerepotin" dan ini ngga baik buat gue. Hiks.
Well, thank you, Pak for take care of me, even only by giving red-line on my letter. Its means something. Saya tahu ini bukan hal yang mudah dihandle, mengingat ini adalah kerjasama kedua negara yang seharusnya menyenangkan untuk kedua belah pihak.

My Boss kind of rebel person, tapi keren, He is smart, perfectionist, handsome? iyalah, secara penggemarnya suka ngobril sama saya. Hanya saja bapak ini moody dan amat keukeuh sumekeuh, bertemu dengan peraturan yang complicated. Jadi.... ya begitulah.

Dan sedihnya adalah saya ada di pertengahan pekerjaan ini yang terkadang selalu ada saja pertengkaran antara pihak Indonesia dan pihak sana.. :(

eotteohkaji?! nan museowo jeongmal..

Semoga segala hal yang terjadi ini akan menjadikan kami tim yang solid walaupun harus melihat beberapa diskusi yang 'panas' di setiap harinya. ffiuuuhhh~~

Ya Alloh, please... never leave me.. T.T

Thursday, October 30, 2014

When You can Predict What Will Happen Next..

Entahlah ini menyenangkan atau tidak. Dari judul di atas, beberapa kali sempat saya alami. Saat bisa predict yang menyenangkan sih, ya menyenangkan saja, tapi pas giliran tidak menyenangkan itu yang agak gimanaa gitu rasanya.

Contoh yang menyenangkan:

Ketika itu saya sedang berjalan dengan seseorang yang diam-diam saya kagumi. Kami berjalan bersama, dan seperti biasa membicarakan apa saja yang bisa kami bicarakan. Dan entah kenapa dalan situasi seperti ini saya menduga juga, kami memiliki rasa yang sama yang hanya bisa dinikmati dalam diam. Inipun prediksi yang sepertinya benar. (Mungkin tidak akan pernah tahu kebenarannya sampai kapanpun).
Di tengah perjalanan kami harus berpisah, karena saya akan ke tujuan A dan dia akan ke tujuan B. Karena suatu hal saya harus pergi juga ke tujuan B, kesempatan untuk bertemu seseorang itu amat sangat besar.

Setelah selesai di tujuan A, saya menuju tujuan B dan benar saja, dia masih ada disana. Di tempat dimana saya akan mengunjunginya juga. Saya melihat dia dan dia tidak melihat saya, tapi saya tidak menyapanya. Sampai akhirnya ternyata di tujuan B ini saya selesai duluan, dan dia belum.

Menuju perjalanan kembali ke tempat awal, dari sebuah kaca spion, saya melihat dia selesai di tujuan B, dan sama-sama akan kembali ke tempat awal. Saya menduga, diap tidak akan mengejar, tapi saya yakin kita akan bertemu di persimpangan yang pasti akan kami lewati untuk menuju ke tempat awal.

Well, it was happened! kami berpapasan dan kembali berjalan bersama menuju titik awal. Ini versi menyenangkan bukan. Walaupun dalam diam, saya bisa berjalan dengan orang yang diam-diam saya kagumi. hihihihi.

Contoh yang tidak menyenangkan:

Ketika sedang bertengkar dengan kekasih pada waktu yang telah berlalu agak lama. Saya tau mengapa dia diam, saya tahu mengapa dia tidak membalas sms atau mengangkat telpon saya. Dan saya tahu bahwa ujungnya dia akan diam dan tidak pernah menyapa saya lagi.

Apakah ini sebenarnya bukan prediksi yang bisa tertebak ya? tapi memang karena sudah mengenal sifat dari masing-masing orang tersebut sehingga bisa memprediksi selanjutnya.

Well, bisa membaca apa yang kira-kira dipikirkan oleh orang lain itu terkadang ada menyenangkannya dan tidak. Menyenangkannya adalah karena kita bisa bersikap bagaimana menyikapi sifat orang tersebut. Tidak enaknya adalah kita selalu berhati-hati dalam bersikap itu juga jadi kurang menyenangkan, kan?

Tapi, inilah anugerah Tuhan kan, yang lagi-lagi wajib disyukuri dan disyukuri lagi. Agree?!

Wednesday, October 29, 2014

Friends Forever ~ RHASISTERZ

Kali ini persahabatan menjadi satu warna yang menghiasi hidup saya.

RHASISTERZ ( nama gank kami, persahabatan antara 8 perempuan)

Berawal dari pertemanan biasa mulai dari kelas 1 SMA hingga sampai saat ini persahabatan itu terjalin. Rhasisterz inipun nama kebetulan yang didapat ketika SMA, karena kami selalu bersama-sama sebanyak 8 orang, sehingga teman-teman sekelas menjuluki kami RHASIST.

kemudian, karena supaya gampang diingat oleh kami, jadilah RHASISTERZ ini terbuat, agak-agak alay sih bahasanya. Tapi inilah yang menjadi ciri khas kami.

141004 begitu dulu selalu saya tulis, yang artinya (14 Oktober 2014)
dan tahun ini sudah menjadi 141014 (14 Oktober 2014)

Sepuluh tahun, berkenalan dan huaaahh.. speechless, 10 tahun berlalu, ada yang sudah menikah, ada yang sudah punya anak, ada yang akan menikah, dan ada pula yang masih bahagia dengan kesendiriannya. Semoga keberkahan selalu mengiringi kita ya temans..


Well, Happy 10th anniversary my besties.. 

Monday, October 27, 2014

Cha Seung Won~~ Masih tentang Korean drama

Cha Seung Won..

Artis Korea yang baru saya kenal pertama kali ketika menonton drama City Hall (ini juga dramanya Kim Eun Sook). Ada blog yang bilang, kalau muka Cha Seung Won ini tidak bisa terlihat cakep hanya sekali pandang, harus berkali-kali dulu baru dapet.

Yup! Bener juga sih, beberapa pemeran drama korea memang tidak bisa dibilang tampan dalam sekali pandang. Dan begitu juga dengan Cha Seung Won, tapi tetap saja. Cha Seung Won ini setelah sekali terlihat ganteng, maka seterusnya ia akan seperti itu.

Perannya dalam City Hall yang menjadi pendukung Kim Sun Ah, tokoh Shin Mi Rae yang akhirnya menjadi walikota sebuah Kota kecil di Korea Selatan ini totally bikin jatuh cinta. Balik lagi sebenarnya adalah si penulisnya yang memang sarap bikin cerita, serta acting yang ciamik dari kedua artis ini bikin penonton kaya saya melting liat kemesraan mereka.

Dan lagi, ini kisah middle-aged gentleman juga, jadi yaa Cha Seung Won sangat terlihat seksi dalam beberapa scene.

Salah satu scene tergila yang selalu terngiang adalah dimana Shin Mi Rae dan Bu Ju Guk itu spending night after Shin Mi Rae nemuin temuan kejahatan yang dilakukan walikota sebelumnya. Ketika perjalanan pulang, Shin Mi Rae tertidur lelap. Karena terlihat  kelelahan, ia hentikan mobilnya di daerah yang banyak pepohonan.

Sambil memandang wajah Shin Mi Rae yang terlelap, Ju Guk melihat sinar matahari menyorot ke wajah Shin Mi Rae. Dengan kerennya, Ju Guk kemudian menghalangi sinar mentari yang mengenai wajahnya Shin Mi Rae.. aaaaakkk.. Michin !!!! Nae ga micheonabwa!

Well , silahkan kelucuan, lagi-lagi korean drama ini lucu, sedih , konyol dan romantis..
Joshimhae bwayo, chinggudeul..

Korean Drama: Gentleman's Dignity [addicted!!]

Well, yuhuuuu...

Penyakit saya kambuh, ketika hasrat selalu saja ingin menonton drama korea, beberapa drama yang menyentuh dan memberikan memori sendiri membuat saya ingin kembali memutarnya lagi.

Ini karena kebetulan sih, ketika saya beberes rumah, saya menemukan dvd drama korea yang saya beli. Dan kalimat inipun datang

"Ini sih wajib ditonton lagi" dengan konsekuensi yang terbayang adalah kurang tidur.

Yup! saya sekarang kurang tidur. T.T

Drama Korea yang sedang kembali membuat saya 'menderita' adalah drama yang dibuat oleh penulis Korea Favorit saya, Kim Eun Sook. Judul dramanya Gentleman's Dignity.
Kim Eun Sook juga yang menulis drama Secret Garden, City Hall dan beberapa drama lainnya yang tidak ketinggalan saya tonton juga. Hati-hati dengan drama yang ditulis olehnya. Bikin Gila !!

Gentleman's Dignity berkisah mengenai persahabatan 4 orang cowok berumur 40an, bagaimana mereka menjalani hidup dan mendapatkan cintanya masing-masing.

Laki-laki middle-aged itu digambarkan keren sekali, dengan segala kemapanan mereka dan daya tarik mereka dalam menarik perempuan. Fiuuuuhh, dan yang pasti masalah-masalah yang timbul dalam drama ini yang bikin saya tertawa, termenung, menitikkan air mata dan pastinya ingin memiliki one of mid-aged ahjussi itu. Hihihihi.

Back to the story, dari berbagai kekonyolan adegan dan keromantisan adegan, dan kesedihan adegan, scene sedih yang mengharukan untuk saya adalah ketika Kim Ha Neul (pemeran Seo Yi Soo) ini harus menghadapi kenyataan bahwa Jang Dong Gun (pemeran Kim Do Jin) ternyata memiliki anak dari cinta pertamanya yang memang baru diketahui oleh Jang Dong Gun saat anak tersebut sudah berumur 19 tahun.

Aaaaakkkkk!!!! masih ngebayanginnya aja udah bikin gila (lebay: mode on)

I was wondering If it was me, mengetahui kekasih yang memang terkenal playboy, hubungan yang baru berjalan beberapa minggu namun sudah terasa indah, tiba-tiba laksana halilintar, jegeeeeeerrr!!!
Kekasihnya bilang he already has a son. Bukannya memberikan si wanita pilihan apakah ia bisa nerima hal itu atau ngga, tapi si lelaki dengan keegoisannya yang katanya tidak berhak memberikan pilihan langsung bilang kira-kira begini terjemahannya:

Ucapan tentang akan membahagiakanmu, aku tarik kembali.
Ucapan akan terus menyukaimu sampai kamu duluan yang akan berhenti menyukaiku, aku juga tarik kembali.
Maafkan aku tidak bisa menjaga janji-janjiku.

Saat si cewe masih saja memberikan kesempatan apakah cuma itu yang ingin si cowo sampaikan, dengan yang katanya berat hati dia bilang, hati-hati di jalan pulang.

Emosi!!!! (ini penulis skenarionya emang bisa banget bikin saya gila), tapi setelah itu.. saya suka dengan sikap Jang Dong Gun itu, dia tahu apa yang akan terjadi dengan si Kim Ha Neul nya.
dia nelpon security di lantai dasar, memerintahkan agar menahan kunci mobil si Kim Ha Neul, karena ia sedang dalam keadaan tidak bisa menyetir.

Ini yang saya suka dari drama Korea, selalu ada sisi pelajaran akan keselamatan berlalu lintas. hihihihi..

Si Jang Dong Gun lari ke bawah, ngejar si Kim Ha Neul yang sudah histeris ngga karuan. Do Jin ngelarang Yi Soo pulang sendiri, Yi Soo ngga mau. Akhirnya Do Jin yang nyetir mobil Yi Soo dan nganterin Yi Soo pulang. Saya hentikan disini untuk scene ini. Silahkan anda sekalian nonton sendiri

Lanjut scene lain adalah ketika Yi Soo yang merasa tidak diadili, membuat semacam syarat agar Do Jin setidaknya menepati janjinya sampai akhir bulan. Do Jin harus selalu mengangkat telpon dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Yi Soo.

Beberapa hal yang dia minta adalah:
Hanya saling bertatapan di lampu merah perempatan jalan (tanpa kata)
Minta ditemani ke toko buku (tanpa kata)
Minta ditemani nonton di bioskop (tanpa kata)
Minta hanya ditemui ketika Yi Soo sedang merindukannya (tanpa kata)
dan terakhir mereka makan di taman.
 

Every single thing yang Yi Soo minta, dan acting mereka gila banget ! kerasaaaaaa meen (makin lebay), You guys really have to watch it.

Dan pusat kegilaan si penulis adalah bagaimana si Do Jin melamar si Yi Soo untuk menikahinya.
Dilamar dengan lagu Will You Marry Me nya Lee Seung Gi dengan para kerabat yang berjoget. Lalu Do Jin membuatkan rumah yang diinginkan Yi Soo dengan rancangannya menggunakan benang merah wol. (Rumah yang tidak akan ditinggalkan)

Aigooooo.. ini akan menjadi kegilaan yang berlanjut dan bertahan beberapa hari.
Well guys, kalau kalian adalah tipe penasaran kaya saya, Just Be Careful ! Hati-hati dalam menontonnya. Dan jaga hati kalian. Ini addicted soalnya. :D Keep Watching yaaa..



  

Tuesday, October 21, 2014

Happiness is Simple !

Terkadang, banyak orang berpikir bahagia itu sulit didapat. Dan saya termasuk di dalamnya.
Padahal bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Kita sendiri yang bisa dengan mudahnya membuat bagaimana agar bisa bahagia.

Bahagia tidak melulu harus tentang kepemilikan  barang yang mewah, banyak, dan lain sebagainya.

Bahagia terkadang cukup dengan mengetahui bahwa hari ini kita bisa bangun dari tidur kita yang lelap. Kembali menghirup nafas dari udara yang diberikan Alloh. Dan bahagia bisa kembali melakukan aktifitas sehari-hari.

Bahagia adalah Bersyukur. Bersyukur akan semua hal yang didapati.
Bahagia tidak perlu dicari tapi kita bisa ciptakan sendiri.

Seperti hari ini, ketika saya membuka mata. Dan membaca sebuah email dimana seseorang bersyukur akan sesuatu yang saya temukan, ia bersyukur akan apa yang ia alami dan ia bersyukur atas apa yang ia lupakan kemudian ia temukan. Itupun kebahagiaan.

Bahagia tidak selalu kita rasakan sendiri, saat orang lain bahagia dan kita bisa ikut senang, itupun kebahagiaan. Dan itu amat sangat sering terjadi. Setiap hari.

See, Happiness is as simple as that.

Be Happy Everyone, Everytime, Everyday !
You never live alone. Even no one there, Alloh will always there with you.

Monday, October 20, 2014

Kim Joo Won - Secret Garden

Kalau kalian penggemar K-Drama pasti akan tahu yang nama Kim Joo Won ini.

Kim Joo Won adalah salah satu karakter dalam drama series berjudul Secret Garden yang dimainkan oleh Hyun Bin.

Tahu kan, Hyun Bin itu cakepnya udah kaya apa tau, ditambah lagi, di karaternya Kim Joo Won ini berperan sebagai seorang Chaebol (anak orang kaya) yang ganteng, pinter, sombong tapi cinta banget sama si Gil Ra Im yang diperankan oleh Ha Ji Won.

Berulang-ulang nonton Secret Garden ini, berulang-ulang pula saya jatuh cinta sama Kim Joo Won ini. Saya suka karakternya, saya suka kesombongannya, saya suka gimana dia selalu care sama Gil Ra Im itu.

Well, kalau di dunia ini beneran ada kaya Kim Joo Won, apakah beneran pula ada yang sanggup jadi Gil Ra Im nya ya?

Ah, dasar ! Drakor (Drama Korea) itu memang bikin penonton yang lebay kaya saya ini tergila-gila.

Saya sedang suka scene dimana Kim Joo Won begitu khawatir terhadap Gil Ra Im setelah untuk kedua kalinya didatangi oleh Ibunya Kim Joo Won. Kim Joo Won terus menerus menelpon Gil Ra Im dan mengiriminya sms, namun tidak dijawabnya oleh Ra Im.

"Dimana
Angkatlah telponnya, ya?
Dimanapun, biarkanlah aku tahu."

Ra im hanya memandangi handphonenya

"Ayolah, masa begini?
Kita hanya sampai begini saja?
Kamu yakin?"

lagi lagi tidak dijawabnya.

"Aku sangat khawatir, berikanlah kabar untukku."

Oh My God, segitu desperate-nya si Kim Joo Won, tapi buat saya, ia semakin cool dengan begitu.

Wishing someone will be care like that to me. *berdoa*

Hal lain yang menyebalkan namun keren adalah scene dimana Kim Joo Won udah ga bisa nahan lagi kalau dia beneran suka sama Gil Ra Im. Saat confessing perasaannya itu dia nggak ada jaimnya untuk ngungkapin semuanya dan dengan lugasnya memberikan pilihan kepada si Ra Im.
Lupa bagaimana lengkap dialognya, tapi kira-kira begini

"Aku memutuskan aku saja yang akan menjadi Little Mermaid, aku yang akan terus bergantung padamu, walaupun akhir dari hubungan kita seperti gelembung busa. ngga ada."

"....Setiap 5 menit tidak pernah aku tidak membayangkanmu, aku tidak membayangkanmupun, kamu selalu ada di dalam pikiranku. Dan ini semua salahmu. Seharusnya pada saat aku bertanya kepadamu, harusnya kamu bilang kamu bukan Park Chae Rim. Jadi kita tidak akan berlanjut sampai saat ini."

Ra Im menatapnya kesal (padahal disini Ra Im juga sudah suka banget sama si Joo Won)

ada juga kalimat yang seperti ini, yang menurut gue bener banget, tapi menyebalkan untuk didengarkan.

".... kalaupun nantinya aku harus memilih, aku akan tetap memilih menjadi CEO dan hidup seperti biasa. Walaupun aku tahu kau lebih menginginkan aku memilihmu dan aku kehilangan segalanya. Tapi apa setelah itu kita akan bahagia? Apakah perkataanku salah?"

dan dengan kesal ditahan si Ra Im bilang " Semua perkataanmu benar ........"

Kemudian mereka diam lagi.

"Aku sudah mengutarakannya, dan aku menunggu jawabanmu terhadap pertanyaanya"

Joo Won langsung ninggalin si Ra Im gitu aja.
from Google

Ngga ada habisnya sih, kalau ngebahas tentang Kim Joo Won ini. Scene yang paling menyentuh adalah saat Joo Won 21 tahun mulai mengingat semua kejadian kecelakaannya dia sampai akhirnya, dia yang baru saja mengacuhkan si Ra Im, langsung ngejar balik ke rumahnya si Ra Im.

Dia sampaikan semua pesan ayahnya yang tertunda selama 13 tahun itu, dan keputusan akhirnya untuk membuat Ra Im menjadi istrinya. Ini juga sweet banget scene nya.

".... kita akan merayakan pernikahan kita saat Ibu ingin menghadirinya. Kamu ngga apa-apa kan?"
Ra Im tersenyum dan menjawab dengan lantang

"Itu bukan masalah sama sekali"

Dan beberapa tahun kemudian, mereka punya anak 3. Wuiih.. kalau ada kelanjutannya, ini drama ngga akan ada abis-abisnya kaya drama Tersanjung mungkin ya... hehe..

Well, saya cukupkan sampai sini untuk membahas Si Uwow Kim Joo Won.

Do.. bo ja !! (Sampai ketemu lagi) 

Still- Daddy I Love You as Much as I Love Mom

Beberapa hari setelah kejadian kami dimarahi,

Kemarin malam, saya dan adik saya berjalan-jalan ke sebuah mall. Hari itu, giliran adik saya yang diberi uang untuk membeli sepatu baru. Ketika di perjalanan, adik saya bercerita.

"Temen-temen aku bilang gini pas aku ceritain tentang 'ting tong'. Pid, kita tukeran abah aja gimana? Ayahku tidak seperhatian ayahmu. Aku mau deh tukeran apa aja supaya bisa dapet kaya abah kamu."

Meski bermain-main, kalimat ini tetap menjengkelkan didengar, masa Abah mau dituker-tuker. Namun kalimat ini membuat saya tertegun. Terkadang kami malah kesal dengan perilaku abah ini, tapi....

Well, inilah yang dinamakan tidak pernah bersyukur atas apa yang dimiliki dan seperti salah satu pribahasa yang mengatakan, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

Belajar bersyukur lagi dan selalu terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Abah, Saranghaeyo..

Tuesday, October 14, 2014

Dad, I Love You too as much as I Love Mom...

Pernah ngga sih kalian marah sama ayah sendiri? Entah karena memang ngerasa dikekang, atau karena sudah merasa berasa bukan anak kecil lagi, sehingga terkadang apa yang dilakukan ayah berlebihan.

Saya pernah. Saya memanggil abah kepada ayah saya.
Karena mama sakit, saya terkadang lebih mencintai mama dibanding abah.
Padahal keduanya berhak dicintai dengan kadar yang sama.
Mama dengan segala perilakunya yang selalu ingin mengabulkan keinginan saya padahal saya tahu batas kemampuannya, selalu menjadi prioritas utama dalam hidup saya.
Kalau abah, karena memang sedari kecil beliau keras mendidik kami, saya sedikit menjaga jarak, dan memang segan dengan beliau karena selalu benar kalimat-kalimat yang dikeluarkannya. Tetapi saya tetap mencintainya walaupun seperti yang sudah saya bilang, lebih besar cinta saya pada mama daripada kepada abah.

Beberapa hari yang lalu, saya sedikit marah lagi kepada beliau, padahal memang saya yang salah. Tapi ya itu, karena merasa bukan anak kecil lagi, saya tidak begitu suka dengan perlakuannya. Tapi sekarang saya sadar, seberapapun menyebalkan sikapnya itu, semuanya adalah untuk kebaikan saya, anaknya.

Jadi ceritanya, karena lelah (ini alasan) saya kesiangan bangun untuk Sholat Shubuh. Padahal mama sudah telpon, sms berkali-kali, menggebrak-gebrak atap rumah bawah agar kami (saya dan adik saya) bangun. Tapi tetap kami tidak bangun.

Lalu kemudian, ketika turun ke rumah bawah, abah dan mama sudah menunggu di bawah. Mama sudah pasti akan diam jika kami akan 'dimarahi' abah.

Abah bertanya "Kamu lagi sholat ngga?"

dengan tertunduk aku jawab " Sholat."

"Trus sekarang jam berapa? Shubuh juga sudah habis waktunya." katanya sedikit berteriak. Well, abah memang suaranya lantang. Kadang suara ini pula yang membuat mama kaget dan sakit hati sepertinya.

Setelah wudhu aku berlari ke rumah atas dan sholat.
"Qadha niatnya. Waktunya juga sudah habis!" teriak abah dari rumah bawah.

Saya termenung, lagi-lagi saya yang sudah merasa besar ini masih ketinggalan sholat. Mau jadi apa hidup ini coba, mau bawa apa ke Akhirat kalau sholat lima waktu saja ngga on time! Dada saya terasa sesak.

"Pida ! Pina, Turun semua !! Abah mau bicara." Teriak abah lagi.
Saya turun setelah adikku.

Kami duduk di bale rumah bawah, bersiap menerima (katakanlah) amarah Abah karena kasih sayangnya, ini yang selalu saya tahu.

"Kenapa jadi begini sih? kita ini belum ada apa-apanya. Belum sukses, belum kaya, belum mapan, udah berani-beraninya ninggalin sholat. Gimana kalau sudah sukses, gimana kalau sudah kaya? Nih, denger, Sholat sekali waktu ditinggalin aja, dosanya udah besar. Ya Alloh, kenapa jadi begini. Abah mah sakit hati kalau kalian, anak-anak abah meninggalkan kewajiban sholat. Jangan bilang ngaji deh, sholat aja ketinggalan, gimana ngaji."

Kami masih menunduk ketakutan mendengarkan kebenara-kebenaran ucapan abah. Abah sakit hati, saya lebih sakit karena menjadi penyebab kesakit hatiannya.

"Dulu setiap minggu bisa kok kalian pergi ke Majlis, kenapa sekarang abah liat sudah tidak pernah lagi? Tiduuur terus! Ya Alloh, mau jadi apa ini kalian teh." Abah orang sunda, sebenarnya semua kalimat disini terucap dengan Bahasa Sunda, saya translate saja.


Kemudian abah mengetes kami mengenai Syahadat, dan hanya sedikit yang bisa kami jawab. Kami merasa bodoh.
Abah kembali merasa sedih. Beliau setiap shubuh sering mengajarkan ngaji kepada anak-anak di sekitar rumah, sedangkan anak-anaknya, semua ajaran yang pernah diajarkannya, hampir melebur dalam ingatannya.

Saya bisa sekali membayangkan betapa kecewanya kepada kami. Begitupun kami kepada diri kami sendiri.

Setelah itu abah kembali berkata "Mulai sekarang, Pina wajib pulang setiap hari Jumat. Gimana di kosan kamu, di rumah aja ketinggalan. Nanti siang, kalian berdua ke pasar, beli bel yang bagus, yang suaranya nyaring, terus beli helmet, dan pelampung air"

Bel? untuk apa bel?

"Bel bukan untuk tamu, tapi untuk bangunin kalian di rumah atas."

Kami menahan tawa kami.

Saya tahu kemarahannya sudah berakhir. Tapi kami masih tetap saja malu.

Tidak lama setelah itu, Abah datang ke rumah atas, membawa uang 1 juta rupiah.
"Ini untuk beli pelampung air, helm, bell dan lain-lain." Kata abah kepada adikku lalu kemudian turun lagi.

"Pina, ini uang banyak amat, yang abah suruh beli paling cuma 500 ribu, itu juga masih ada sisa. Ini buat apa lagi sisanya?"

Saya semakin tertunduk sedih.
"Itu buat sepatu, kemarin Pina minta dibeliin sepatu sama abah"

Dan kami berdua menghembuskan nafas bersama-sama.

Abah, I Love You.. We Love You...

Monday, October 13, 2014

mencintaimu laksana aku mendaki

Akhirnya sampailah di titik menyerah .

Menyerah akan hubungan yang dari awal yang sudah kuketahui akan berat.
Di awal kami berdua bertekad untuk bisa melaluinya, ternyata kamu menyerah terlebih dahulu dan akhirnya hubungan ini (seperti) berakhir.

Mencintaimu mungkin akhirnya kusadari seperti bagaimana aku melakukan pendakian.
Aku tahu ujungnya cape, namun aku tetap melakukannya. Berbagai rasa cape(kebanyakan) aku dan senang aku dapatkan, namun tetap berakhir dengan kalimat "aku tetap tidak suka mendaki"

Begitupun denganmu, terus berharap bahwa akhirnya akan bahagia walaupun dalam bayanganku akan sulit, tetap saja kujalani, sehingga akhirnya inilah yang kudapat. Akhir yang tidak menyenangkan.

Berusaha tidak menyesali membuang-buang waktu dengan orang yang sepertinya tidak pantas kuperjuangkan rasanya berat tanpa bantuan orang - orang yang menyayangiku. Dan lagi, Alloh tidak pernah meninggalkanku.
Mungkin ini adalah doa yang Alloh kabulkan tanpa kusadari. Kamu pergi meninggalkanmu. Jawaban atas istikharahku mengenai hubungan ini. Bukan aku yang meninggalkanmu, tapi memang kamu yang pergi.

Well, yaa.. ALLOH WILL ALWAYS THERE.

Always be happy then.
Bismillah melanjutkan hidupku lagi membahagiakan keluargaku saja menjadi fokus utama.