empat tahun yang lalu
kita pernah bersama
sekarang
kamu sudah bersamanya
sekarang
nyatanya kamu masih merasa aku bersamamu
sekarang
aku yang sakit karena itu
sekarang
aku mohon
cintai aku dengan caramu yang lain
tidak begini
tidak dengan selalu mengingatkanku yang pernah terjadi dulu
aku ingin melanjutkan hidupku sendiri
tanpamu..
Thursday, December 27, 2012
Wednesday, November 7, 2012
Jaim ; Jaga Imej
Berawal
dari perjalanan di Terminal Serang menuju Bogor. Saya dan sahabat saya, Dian
baru saja melakukan semacam petualangan mencari tempat untuk berlibur di Pantai
Carita. Karena perjalanan yang panjang, bermain air pantai dari sore hari di
hari sebelumnya lalu lanjut lagi di pagi harinya. Alhasil hari itu benar-benar
sangat melelahkan.
Sampai
di bus tujuan Bogor, beruntungnya kami mendapatkan bus AC dan dapat tempat
duduk di kursi deretan paling belakang. Tak apalah, yang penting kami tidak
harus berdiri dan merasakan pegal kaki.
Selang
tiga puluh menit setelah bus berjalan, kami berdua sudah tidak banyak
mengobrol. Kami sudah fokus dengan keinginan untuk mengistirahatkan diri kami
masing-masing. Sesekali saya sudah memejamkan mata untuk menghilangkan sedikit
rasa kantuk. Dalam perjalanan baru, saya lebih senang memperhatikan rute jalan
menuju tempat tujuan. Berharap suatu saat jika kembali ke tempat yang sama,
saya sudah hafal rutenya J
Di
pertengahan jalan, saya memperhatikan Dian sudah tertidur agak pulas. Kepalanya
sudah mulai berlenggak lenggok ke kanan dan kiri mencari keseimbangannya. Saya
hanya tersenyum kecil melihatnya. Saya melanjutkan keasyikan sendiri lagi
dengan melihat pemandangan kanan kiri jalan tol.
Setelah
terlalu asyik sendiri melihat pemandangan kanan kiri jalan, saya memperhatikan
sahabat saya kembali, wow ! saya kaget. Posisinya tiba-tiba saja sudah berubah.
Kepalanya sudah menyender kebelakang dengan posisi yang pastinya membuat
lehernya pegal saat bangun nanti dan otomatis membuat mulutnya agak menganga.
Melihatnya
begitu kelelahan saya tidak tega, saya yang memaksanya untuk bepergian dengan
angkutan umum walaupun sebelumnya sudah ditawarkan untuk menyewa mobil, tapi
saya tolak. Kemudian satu-satunya cara
adalah dengan menarik kepalanya agar bersender ke bahu saya. Dan saya
melakukannya.
Dian
memposisikan tidurnya agak lebih nyaman di bahu saya. Awalnya saya pikir begitu
sudah cukup membuatnya nyaman, ternyata saat mengerem dan menggagas, membuat
kepalanya jadi terlempar-lempar. Akhirnya tangan kiri saya menahan kepalanya.
Dan Dianpun tidur dengan pulasnya sampai ke Jakarta saat dia bangun.
Menahan
kepalanya selama sekitar satu jam itu
membuat tangan saya terasa lumayan pegal juga. Beberapa menit setelah Dian
tersadar dari tidurnya, dia tersenyum manis sekali kepada saya. Saya jadi
bingung sendiri ada dengannya.
“
Fina, gue makin cinta deh ma lo” katanya tiba-tiba.
“Ada
apa ya ?”
“Lu
baik banget. Ngasih bahu sama
tangannya buat gue supaya tidur nyaman.”
Jawabnya dengan senyumnya yang paling manis yang pernah ia tunjukkan.
Saya
tersenyum. “ Ada maksudnya kok, tapi
yasudahlah.”
“Maksud?”
tanyany penuh curiga.
“Tadi
tuh lo tidur, malu-maluin. Masa cantik-cantik
tidurnya nyelangap begitu, makanya gue tarik ke bahu gue. Tadinya nggak mau dipegang, tapi kepala lo goyang-goyang, makanya akhirnya selama perjalanan gue pegang kepala lo.”
Tak ada
suara setelah penjelasan berakhir.
“Kenapa?
Kok diem?”
Tetap
tak ada respon.
Saya
menyenggol sikunya.
“FINAAAA..
lo jahat, ternyata bukan karena care sama gue. Gue kaya udah
terbang tinggi banget, tapi lo
jatohin gue gitu aja. Jahat !”
katanya dengan nada marah-marah.
Saya
hanya mendengarkan setiap amarahnya dengan tersenyum.
“Itu
juga kan tandanya care, apa bedanya ?”
“NGGA
! BEDA !” Dian semakin manyun.
![]() |
Melihatnya
wajah dan caranya marah-marah membuat saya terpingkal – pingkal. Padahal niat
hati melakukan itu memang karena saya benar-benar peduli terhadapnya. J
Friday, November 2, 2012
My First Sky Dining
Jadi pendatang di Jakarta sebagai karyawan rasanya belum
lengkap juga kalau belum menjelajahi hal-hal yang ada di Jakarta. Bertanya ke
salah satu teman di Jakarta mengenai tempat mana yang asik buat nongkrong sambil
makan,dan tercetuslah Plangi kependekan dari Plaza Semanggi. Menurutnya, disana
ada satu tempat di lantai 10 yang enak untuk tempat nongkrong dan makan.
Dan akhirnya, semalam saya berhasil makan dan melihat
pemandangan Jakarta dari lantai 10 di Plaza Semanggi J. Duduk di meja yang dekat
dengan pemandangan Jakarta di malam hari sambil menikmati makan malam itu
rasanya sesuatu banget kalau kata Syahrini. Apalagi yang nemenin disana itu
orang yang special buat kita, kia-kira begitu ngga ya ?
Iya mungkin begitu kira-kira kalau menurut saya. Seperti semalam
yang tadi saya lewati rasanya memang menyenangkan sekali. Tapi karena diburu
dengan agenda kegiatan selanjutnya, selesai makan saya langsung pergi ke tempat
lain.
![]() |
| [taken from Google pict] sekilas pandang dari lantai 10 Plaza Semanggi. |
Dan makan ala sky dining ini wajib dicoba menurut saya. J
Pagi Jakarta !
“Pagi Jakarta !”
Begitulah kira-kira sapaan yang diucapkan hati pagi ini.
Pagi pertama memulai aktivitas di Jakarta, setelah semalam resmi menjadi anak
kost di Jakarta. Hari pertama menjadi anak kost, saya malah menjadi perawat
untuk teman sekamar saya yang tiba-tiba saja demam setelah berbelanja sedikit
keperluan kamar di Plaza Semanggi dan menikmati makan malam ‘sky dining’ disana. Akhirnya dengan
beberapa kali mengganti kompres dan beradaptasi beberapa jam dengan kondisi
kamar yang baru, saya baru bisa terlelap tidur.
Keesokan harinya, setelah rapi berpakaian saya berangkat
menuju tempat saya bekerja di kawasan Jalan Jendral Gatot Subroto. Sebenarnya saya
tidak tahu harus menggunakan apa untuk sampai ke kantor, akhirnya jam setengah tujuh
sudah pergi dari kost-an di sekitar kawasan Kebon Kacang dan berbekal dari
bertanya kepada kondektur, katanya saya harus naik bus PPD 213 untuk bisa
sampai ke tempat saya bekerja.
Keluar gang kost-an saya menggunakan bus tersebut, dengan
santainya dan mulai fokus memperhatikan jalan. Beberapa jalan pernah saya
lewati ketika bus berjalan menuju tujuan terakhirnya Terminal Kampung Melayu
beberapa waktu yang lalu. Dan yang mengagetkan saya, ternyata dari Kampung
Melayu tersebut bus 213 itu kembali
melewati rute yang sudah saya lewati sebelumnya. Alhasil, saya kembali lagi ke
tempat dimana saya naik bus tersebut.
![]() |
| taken from Google pict. |
Jam sudah menunjukkan setengah jam lagi menuju jam masuk kantor. Karena sudah
terdesak, akhirnya taksi menjadi pilihan saya kemudian. Sambil duduk manis
dengan AC yang dingin, dalam hati saya tertawa sendiri mengingat perjalanan
satu jam yang saya lewati untuk memutari jalan dengan trayek bus tersebut. Daaaannn
yang lebih membuat saya tertawa adalah, saya sampai hanya sekitar 10 menit
saja.
Waktu perjalanan yang sama antara Bogor-Jakarta untuk hari
pertama beraktivitas pagi hari ini ^^’’.
Monday, October 29, 2012
Jambi Kota Simpang
Pertama kali menginjak Sumatera itu adalah Kota Jambi. Walau
dalam misi tugas, saya tetap mencari waktu senggang untuk setidaknya
meng-explore sekitaran Kota Jambi.
Perjalanan yang selalu melewati beberapa simpang akhirnya
menimbulkan tanya di benak saya,
“Perasaan dari tadi banyak persimpangan ya , Pak ?” tanya
saya kepada sang supir yang membawa kami menuju Hotel. Sang supir hanya mengangguk, lalu menjelaskan lagi beberapa
tempat yang kami lewati.
Di hari pertama kami sempat mengunjungi daerah-daerah yang
sering dikunjungi. Diantaranya Ancol Jambi, Jembatan Aur Duri 2 (dua), dan
pujasera makanan-makanan khas Jambi. Ternyata di Jambi banyak hal-hal yang mengutip dari daerah lain di Indonesia, misalnya ada Monas, lalu juga ada Jalan Malioboro, Ancol seperti yang sudah saya sebutkan tadi, walaupun dalam bentuk yang berbeda dengan aslinya.
Untuk makan malam, kami mencoba pindang
ikan patin dan tempoyak udang. Katanya tempoyak itu makanan khas Jambi,
tempoyak itu merupakan kuah sayuran, hanya ada rasa durian di dalamnya. Jadi
rasanya
campur-campur gurih dan rasa durian.
Silahkan dicoba jika ke Jambi.
Di hari kedua, saya diajak berkeliling oleh salah satu teman
di Jambi yang sangat baik sekali. Kami berkeliling untuk menemani saya mencari
oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang, setelah seharian kami berkeliling di
salah satu desa di Kabupaten Muaro Jambi, yaitu Sungai Gelam. beberapa kali berputar, lagi-lagi saya bertanya,
“Kita sudah melewati simpangan berapa kali ya ?”
Teman dan supir yang membawa saya berkeliling tertawa renyah
mendengar pertanyaan saya itu.
“Jambi kan memang dikenal sebagai Kota Simpang, Fina. Jadi
kita mesti akan melewati berbagai simpangan kemanapun tujuannya. Tapi, kalau
kamu tinggal di Jambi lamaan dikit aja, kamu akan tahu kalau Jambi itu
sebenarnya jalannya kesitu-situ juga.”
Saya hanya mengangguk-angguk mendengar kalimat teman saya
yang baik itu. Setelah berhasil mendapatkan empek-empek SELAMAT yang disukai
adik saya, kami bergegas menuju toko batik khas Jambi. Saya mulai berpikir
untuk mengkoleksi batik-batik Indonesia di berbagai tempat, jadi pengkoleksian
dimulai dari batik Jambi ini. Walaupun di rumah sudah ada beberapa batik daerah
yang dibawakan teman-teman sebagai hadiah dan oleh-oleh. Hehehe.
Lanjut perjalanan di malam hari itu adalah saya di ajak
makan bakso, namanya Bakso Sukat. Baksonya enak, hanya kuahnya seperti
soto,keruh. Tidak bening seperti layaknya bakso yang lain. Ditemani dengan es
tebu, yang baru pertama kali saya coba di Jambi, walaupun sudah banyak yang
menjual di daerah-daerah lain. Walaupun menurut dokter gigi , makan makanan
panas dan dingin tidak boleh dilakukan bersamaan, rasanya tetap enaak saja
malam itu. Hehehe.
Karena sudah hampir tengah malam, toko-toko di Jambi
kebanyakan sudah tutup, jadi saya hanya bisa mengunjungi sedikit tempat saja. Padahal
dalam pembicaraan saya dan teman saya juga dengan supir yang mengantar kami,
ada beberapa di daerah Jambi yang menjual barang-barang import murah, tempat
yang sebenarnya ingin saya kunjungi, hanya letaknya agak jauh. Jarak tempuh
menuju tempat tersebut itu sekitar dua jam. Nama daerahnya Tungkal. Mungkin lain
kali ketika saya mengunjungi Jambi lagi, saya akan mengunjunginya.
Oh iya, katanya ada mitos. Kalau kita meminum air mineral
yang bersumber dari mata air Batang hari, dipastikan tak lama lagi, mereka yang
meminumnya akan kembali ke Kota Jambi. Semoga saya juga segera kembali kesana. J
Friday, October 12, 2012
Hilang Itu Semoga Terganti dengan yang Lebih Baik
Suatu sore setelah selesai bekerja, mencoba menggunakan bus untuk pulang ke Bogor. Ternyata perjalanannya terasa lebih berat, karena macetnya yang luar biasa di jam-jam pulang kerja di Jakarta. Tetapi selalu ada plus dan minus bukan dalam segala hal ? Dengan menggunakan bus ternyata perjalanan menuju rumah lebih mudah dan terbilang lebih cepat beberapa menit daripada menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik).
Tidak terlalu banyak yang dikerjakan di kantor rasanya lebih membuat badan lebih capek daripada saat sedang banyaknya tugas di kantor. Sepulang dari kantor rencananya akan lanjut mengerjakan soal untuk UTS di sekolah dan menyiapkan modul untuk mengajar. Tapi rencana hanya tinggal rencana. Sampai rumah rencana itu hangus karena tertidur . :p
Sampai di rumah, mama menyambut saya di depan pintu dengan senyum yang agak berbeda. Tiba-tiba rasa lelah agak berkurang namun tak lama setelahnya jadi berat lagi ketika mama menarik tangan saya membuat saya mendekat ke wajahnya.
"Jangan kaget ya. Motor abah hilang." Bisiknya di telinga saya.
Hmmm. Sebenernya ingin langsung menangis, membayangkan sedih yang pasti dirasakan oleh abah tentang hilangnya motor itu. Bagaimanapun motor itu merupakan motor yang sangat disayanginya, terkadang melebihi sayangnya terhadap saya anaknya. Hehe.
Menatap wajah abah untuk mencium tangannya (ritual pulang kerja) terlihat ada kekecewaan yang tersembunyi. Setelah mencium tangannya, kembali tangan saya ditarik perlahan untuk didekatkan ke wajahnya.
" Jangan kaget ya." tuturnya tidak jauh beda dengan kalimat mamah. "Motor ilang waktu ngaji di mesjid."
Saya hanya mengangguk dan diam mendengarkan kronologis yang kemudian diceritakan abah.
"Mungkin memang sampai segitu rejekinya punya motor. Ikhlasin aja ya." Tutur abah selanjutnya. Walaupun sebenarnya mungkin pasti ada rasa kecewa didalam hatinya. Lebih yakin lagi abah akan belajar untuk benar-benar mengikhlaskan barang kesayangannya itu.
Rasanya ingin deh bilang saat itu "Besok langsung ke dealer aja. Pilih motor yang abah suka langsung beli." tapi belum mampu untuk mengatakan itu saat ini. :)
"Ini ujian dari Allah, kalau motornya udah ngga ada begini, masih mau tetap ngaji ngga ? Naik angkot atau naik ojek gitu." mama kemudia mengeluarkan kalimat yang saya tidak duga sebelumnya.
Kalimat yang langsung disambut senyuman oleh abah. "Iyalah harus tetep jalan terus. Ada ataupun ngga ada motor."
Mendengar percakapan itu sangat membuat hati tenang, karena ternyata mama sangat bisa dengan caranya membuat beban di pundak abah lebih ringan sepertinya. Semoga motor yang hilang diganti Allah dengan yang lebih baik. Semoga abah dinaikkan derajatnya dengan mengikhlaskan kehilangannya tersebut. Dan semoga mama akan selalu menjadi sosok yang luar biasa untuk menemani abah. Aamin.
Segala hal itu terjadi pasti dengan alasan dan hikmah kelak. Mudah-mudahan.
Tidak terlalu banyak yang dikerjakan di kantor rasanya lebih membuat badan lebih capek daripada saat sedang banyaknya tugas di kantor. Sepulang dari kantor rencananya akan lanjut mengerjakan soal untuk UTS di sekolah dan menyiapkan modul untuk mengajar. Tapi rencana hanya tinggal rencana. Sampai rumah rencana itu hangus karena tertidur . :p
Sampai di rumah, mama menyambut saya di depan pintu dengan senyum yang agak berbeda. Tiba-tiba rasa lelah agak berkurang namun tak lama setelahnya jadi berat lagi ketika mama menarik tangan saya membuat saya mendekat ke wajahnya.
"Jangan kaget ya. Motor abah hilang." Bisiknya di telinga saya.
Hmmm. Sebenernya ingin langsung menangis, membayangkan sedih yang pasti dirasakan oleh abah tentang hilangnya motor itu. Bagaimanapun motor itu merupakan motor yang sangat disayanginya, terkadang melebihi sayangnya terhadap saya anaknya. Hehe.
Menatap wajah abah untuk mencium tangannya (ritual pulang kerja) terlihat ada kekecewaan yang tersembunyi. Setelah mencium tangannya, kembali tangan saya ditarik perlahan untuk didekatkan ke wajahnya.
" Jangan kaget ya." tuturnya tidak jauh beda dengan kalimat mamah. "Motor ilang waktu ngaji di mesjid."
Saya hanya mengangguk dan diam mendengarkan kronologis yang kemudian diceritakan abah.
"Mungkin memang sampai segitu rejekinya punya motor. Ikhlasin aja ya." Tutur abah selanjutnya. Walaupun sebenarnya mungkin pasti ada rasa kecewa didalam hatinya. Lebih yakin lagi abah akan belajar untuk benar-benar mengikhlaskan barang kesayangannya itu.
Rasanya ingin deh bilang saat itu "Besok langsung ke dealer aja. Pilih motor yang abah suka langsung beli." tapi belum mampu untuk mengatakan itu saat ini. :)
"Ini ujian dari Allah, kalau motornya udah ngga ada begini, masih mau tetap ngaji ngga ? Naik angkot atau naik ojek gitu." mama kemudia mengeluarkan kalimat yang saya tidak duga sebelumnya.
Kalimat yang langsung disambut senyuman oleh abah. "Iyalah harus tetep jalan terus. Ada ataupun ngga ada motor."
Mendengar percakapan itu sangat membuat hati tenang, karena ternyata mama sangat bisa dengan caranya membuat beban di pundak abah lebih ringan sepertinya. Semoga motor yang hilang diganti Allah dengan yang lebih baik. Semoga abah dinaikkan derajatnya dengan mengikhlaskan kehilangannya tersebut. Dan semoga mama akan selalu menjadi sosok yang luar biasa untuk menemani abah. Aamin.
Segala hal itu terjadi pasti dengan alasan dan hikmah kelak. Mudah-mudahan.
Monday, October 8, 2012
Jakarta I'm in Love ..
Entah kenapa saat mendengar kata Jakarta, selalu ada rasa iri. Iri karena sebagai Ibu Kota negara yang letaknya tidak jauh dari kota tempat saya tinggal, saya sama sekali tidak tahu mengenai kota ini terlalu banyak. Hanya 'macet' yang selalu menjadi pembicaraan saat kata Jakarta dikeluarkan.
Beberapa kali mendapatkan kesempatan ke Jakarta saat bekerja di Bogor, rasanya menyenangkan. Walaupun ketemu macet, kereta yang desek-desekkan, tapi tetap saja rasanya menyenangkan. Menginjakkan kaki di tempat yang baru. Dan tempat baru itu adalah Jakarta.
Tetapi setiap ke Jakarta selalu saja hanya pada satu tujuan. Jadi sampai sekarang, masih saja belum bisa mengenal Jakarta seutuhnya. Yang selalu membuat saa penasaran adalah mengenai angkot, metromini, bus yang banyak. Saya selalu ingin untuk menggunakannya kapan-kapan untuk mengelilingi Jakarta ini.
Dan beberapa kali datang ke Jakarta, lebih efisien menggunakan KRL ( Kereta Rel Listrik ). Namun sayangnya, semakin saya tidak mengetahui Jakarta jika menggunakan alat transportasi bus. Dan kebanyakan bus adalah transportasi yang sering digunakan.
Well, selalu bermimpi untuk bekerja di Ibu Kota Negara Indonesia ini. Dan akhirnya mimpi itu terwujud. Beberapa saat sebelum resmi bekerja sebagai staf di salah satu Gedung di Jakarta. Seorang sahabat mengabulkan keinginan saya dengan selalu mengajak saya ke kantornya yang berada di kawasan Sudirman. Kawasan pusat perkantoran di Jakarta. Yang jika akan memasukinya harus menggunakan ID card sebagai jaminan. Kantor yang saya impikan.
Dan beberapa bulan kemudian, terwujudlah mimpi itu. Berlokasi di sekitar Gatot Subrotolah yang kemudian salah satu gedungnya menjadi tempat saya bekerja sekarang. Semoga tercapai untuk mengelilingi Jakarta dengan alat transportasinya.
Bagaimanapun indahnya kota-kota di negara lain, Jakarta juga tidak kalah indah kok. :)
***
Wednesday, May 30, 2012
Sayonara
hati wanita : ayo ngaku sudah.. hahaahaha..
wanita : ngga, aku ngga kenapa-kenapa kok.
hati wanita : baiklah, ngga lama lagi kok.
wanita : apa sih? ngga akan !
hati wanita : I know you better than your self, sayang..
wanita : pokoknya ngga akan ! ngga ngga ngga nggaaaa...
hati wanita : hahahaha.. sebentar lagi..
***
fina, really thanks for all this times, ayo keep in touch !
***
gw ke airport nganter mereka. mau titip salam?
***
wanita : okeh.. aku nyerah.. aku sediiihh... huaaaaaa... aku bakal kangen mereka. semua hal menyenangkan dan tidak menyenangkan yang mereka lakukan selama ini. aku sedih karena mereka memberikan kenangan yang tak terlupakan di hidupku, aku sedih karena tatapan perpisahan itu, kalimat perpisahan itu.. aku sedih dengan perpisahan ini. tapi aku senang bisa mengenal mereka. hiks.
hati wanita : kalian pasti akan bertemu di lain kesempatan. dimanapun dan kapanpun itu. yakinlah..
wanita : iya..
wanita : ngga, aku ngga kenapa-kenapa kok.
hati wanita : baiklah, ngga lama lagi kok.
wanita : apa sih? ngga akan !
hati wanita : I know you better than your self, sayang..
wanita : pokoknya ngga akan ! ngga ngga ngga nggaaaa...
hati wanita : hahahaha.. sebentar lagi..
***
fina, really thanks for all this times, ayo keep in touch !
***
gw ke airport nganter mereka. mau titip salam?
***
wanita : okeh.. aku nyerah.. aku sediiihh... huaaaaaa... aku bakal kangen mereka. semua hal menyenangkan dan tidak menyenangkan yang mereka lakukan selama ini. aku sedih karena mereka memberikan kenangan yang tak terlupakan di hidupku, aku sedih karena tatapan perpisahan itu, kalimat perpisahan itu.. aku sedih dengan perpisahan ini. tapi aku senang bisa mengenal mereka. hiks.hati wanita : kalian pasti akan bertemu di lain kesempatan. dimanapun dan kapanpun itu. yakinlah..
wanita : iya..
Thursday, February 23, 2012
sayang abah ( abah : ayah)
tak pernah terucapkan langsung kepadanya :')
Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) - Ada Band
*courtesy of LirikLaguIndonesia.NetTeringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Monday, February 13, 2012
Thailand-My 1st Great experience..
Thailand. Mendengar nama negara yang satu ini bikin bibir saya tersenyum senang, karena Thailand menjadi salah satu negara luar Indonesia pertama yang saya datangi. Bersama seorang teman saya mengunjungi negara ini.
ASLI !! recommended negara untuk berpetualang, sendiri atau bersama teman-teman.
Melihat situasi keadaaan yang sudah dilihat beberapa hari ketika berjelajah ke negeri gajah putih ini, semua akan baik-baik saja. :D
Day 1
Sebagai backpacker amatiran, saya dan teman saya sudah membeli tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum pergi ke Thailand, dengan pesawat yang berlogo "semua orang bisa terbang", deg-degan menunggu pesawat datang di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang baru jadi ini. Setelah datang, ngga lama kita berdua naik pesawat tersebut.
Dalam pesawat kita duduk terpisah karena waktu check-in via internet yang berbeda, saya duduk dan lalu mengisi form imigrasi dan pesawat terbang landas menuju Thailand. Cuaca cukup menegangkan pada hari itu, agak hujan deras, perasaan akan sampai lagi ke rumahpun hilir mudik di pikiran.
Setelah 3 jam duduk, mendengarkan dan memperhatikan beberapa penumpang ibu-ibu arisan yang heboh di pesawat, penumpang bule yang agak mesum dengan pacarnya duduk di depan saya dan penumpang-penumpang yang hilir mudik ke kamar mandi, akhirnya saya tiba di Bandara superindah menurut saya, Bandara Suvarnabhumi. Saya dan teman saya turun dan berjalan menuju tempat imigrasi yang sangat panjang antriannya. Jarak dari turun sampai imigrasipun lumayan jauh.
![]() |
| antrian di Imigrasi yang sangat panjang :) |
Disana kita sempat berkenalan dengan beberapa ibu-ibu yang sempat heboh di pesawat tadi, mengantri lama akhirnya kita baru selesai proses imigrasi sekitar jam setengah 9 malam, dan mulailah berpetualang bagaimana caranya menuju ke hotel yang sudah kita booking jauh-jauh hari juga. Berpegangan kepada buku yang sudah dibaca dan peta yang amat sangat bertebaran di bandara, kita akhirnya naik BTS ( Bus Train S-nya lupa singkatannya.hehe..) dan turun di stasiun Saphan Khwai, menurut info yang kami dapat menuju hotel itu hanya sekitar 4-5 menit saja dari stasiun tersebut, namun karena ke amatiran kami sebagai backpacker, kami tiba di hotel tersebut sekitar 2 jam setelahnya setelah bertanya-tanya ke petugas seven eleven-Indomaretnya Thailand- dan masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan hotel tersebut. Menurut buku itu ternyata ada jalan tikusnya, Nah yang kami lewati itu memang jalan umum menuju Hotel tersebut (UMUM BANGET deh pokokny :D)
Sampai di hotel, kami rebahan sejenak lalu berangkat lagi menuju tempat makan sekitar untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan, harus hati-hati bagi para muslim untuk memilih makanan disana,karena full of pork. hehe.. ambil aman, saya memesan nasi goreng telor dengan harga sekitar 45 baht ( 1 baht= Rp 300 ).
![]() |
| Makanan yang palin aman untuk saya |
Rasanya menurut saya enak-enak saja dengan harga yg miring, based on info from book, memang bisa dijumpai harga yang lebih murah lagi, as backpacker, hal tersebut memang harus dilakukan. Hehe.
After dinner, kami mandi dan mendiskusikan perjalanan untuk keesokkan harinya. Diputuskan:
Day 2
1. Khaosan Road ( katanya sebagai pusat backpacker dunia berkumpul)
ternyata memang iya! disini bisa ditemui semua bangsa, manusia-manusia berkulit putih, sawo matang sampai yang hitam juga ada. Disini untuk yang mau belanja, dunianya kaos-kaos bagus ada disini dan harganya bisa murah saat bisa ber-bargain-bargain dengan penjualnya, maksimal harga 45 ribu atau sekitar 150 baht itu harus sudah yang paling mahal. Akses menuju Khaosan Road ini kita melewati Chao Phraya River. Kita naik boat dan bisa lihat di peta kita harus turun di dermaga mana untuk sampai ke Khaosan Road.
2. MBK dan Siam Square,
Di dua mall ini, yang dihubungkan oleh satu jembatan besar, bagi yang suka shopping, tempat inipun bisa dijadikan ajang tempat oleh untuk teman dan keluarga, kisaran harganya macam-macam karena mulai dari yang biasa sampai yang branded ada. Kabar mengenai murahnya barang-barang di Thailand dan di Indonesia itu ternyata terbukti. Untuk barang-barang elektronik harganya bisa dapet murah ratusan bahkan jutaan bedanya dengan harga di Indonesia. Tergantung dari barang apa yang dibeli ya.
3. China Town
Surganya para pencari barang murah deh disini. Barang-barang grosir murah ada disini. Untuk beli barang satuanpun amat sangat murah disini. Mulai dari pernak pernik perhiasan, boneka, accesories, baju, jam tangan, sesuatu yang Thailand banget dan lain sebagainya bisa didapetin disini. Sampai buah-buahan segar juga ada disini. Akses menuju China Town ini juga kami lalui menggunakan boat yang bisa di akses dengan harga sekitar 30 Baht saja yang dermaganya berbeda dermaga menuju Khaosan Road.
4. Pratunam Market
Kawasan pasar murah ini juga wajib dikunjungi bagi para pecinta belanja, karena barang-barangnya yang terbilang murah. Hanya, kalau mau datang ke pasar ini sebaiknya dilakukan sebelum jam 6 malam, karena pasarnya mulai tutup sekitar jam 6 malam, sangat disayangkan kami telat datang ke tempat ini karena keasyikkan berputar-putar di China town.
Day 3
Yang kami lakukan dihari ketiga lebih mengejar membeli oleh-oleh untuk orang tercinta kami, akhirnya kami memutuskan untuk kembali mengulang hari di China Town almost seharian sampai akhir sisa-sisa Baht di kantong kami. Hehe.
![]() |
Di malam hari kami bertolak dari Bandar Suvarnabhumi menuju Jakarta.
![]() |
| one of station of BTS |
![]() |
| salah satu jembatan di atas Chao Phraya River |
Perjalanan yang menyenangkan menurut saya, namun memang banyak hal yang belum terkunjungi saat kesana. Next time, jika ada kesempatan lagi mengunjungi Bangkok, Insya Alloh semuanya akan lebih terprepare lebih baik lagi.. :D
Beberapa hal yang menurut saya wajib diperhatikan jika berkunjung ke Thailand adalah :
1. Dokumen-dokumen penting macam Passpor dan tanda pengenal lainnya wajib dibawa
2. Uang yang cukup, tergantung kebutuhan yang akan dilakuakan di Thailand, kalau untuk kasus saya yang hanya coba-coba dan iseng-iseng, bawa uang 900rb yang ditukar ke baht itu cukup. Bahkan sebenarnya kalau emang niatnya mau backpackeran, bisa buat 10 hari tinggal di Bangkok, dengan catatan sudah mengetahui tempat-tempat menginap dan siap ngegembel dengan makanan murah disana.
3. Ngga tau malu saat bargain harga dengan penjual.Dan pelajarilah sedikit kata-kata dan kalimat dalam bahasa Thailand.
4. Jika membawa teman, pastikan harus memiliki rasa saling toleransi dalam menentukan tujuan kemana akan pergi.Karena sedikit perselisihan akan terjadi jika tidak pandai menjaga perasaan satu sama lain.
5. Untuk Info saja, tidak semua simcard handphone disana bisa digunakan, salah satu yang bisa digunakan adalah Indosat, tapi agak mahal memang, 1 kali sms bisa sampai 3500 rupiah.
6. Berdirilah saat lagu kebangsaan Thailand dikumandangkan untuk menghormati raja Thailand. biasanya lagu-lagu itu akan dikumandangkan pada jam-jam di sore menjelang malam.
7. Jangan membuang sampah di sembarang tempat.
Hal-hal lainnya bisa disesuaikan saat sudah berada disana. Semoga bermanfaat.
fina agustiani ^^
Labels:
travelling
Location:
Bangkok, Thailand
Friday, February 10, 2012
Bermimpilah dan Berusahalah mewujudkannya !!
Pernah bermimpi suatu hari saya harus bisa keliling dunia !! berpikir bagaimana caranya dengan keadaan yang seperti sekaran ini gaji pas2an, membuat rasa berkecil hari sedikit membesar..
Salah seorang teman bernama Sita mengingatkan " Fin, mimpilah, dan yakini mimpi Lo bakal jadi kenyataan" dia pun menceritakan beberapa hal yang membuat gw semakin bersemangat.
akhirnya iseng beli karton dan mulai menulis semua tempat2 yang ingin dikunjungi "Wishing List" saya namakan.. beberapa nama Kota besar di Indonesia mengisi karton tersebut yang saya pajang di dinding kamar.
Dua tahun berlalu dari kejadian itu, seorang teman dekat yang bernama Anggia memberikan kabar baik, "Fin, Elo keterima di JICA gantiin gw.." dan mulai terwujudlah beberapa "Wishing List"saya semenjak hari itu.
1 bulan bekerja, atasan saya yang berkebangsaan Jepang tersebut menugaskan saya "Fina, monitoring ke Wakatobi Fina yang pergi ya.."
dengan hati bahagia saya hanya mengangguk dan menjawab "OK!"
mulai heboh mengurusi perjalanan ke Wakatobi.
Beberapa bulan kemudian Ambon menjadi tujuan berikutnya, lalu Thailand, Kutai dan lain-lain Insya Alloh menyusul ..
Based on my Story above, mungkin lebih banya lagi di luar sana yang memiliki kisah lebih luar biasa dan menginspirasi. So, tetap bermimpi ya .. dan semangat mewujudkan !! karena jika baik menurutNya, semua pasti akan terlaksana dengan cara yang indah
Bogor, february 10th 2012
Salah seorang teman bernama Sita mengingatkan " Fin, mimpilah, dan yakini mimpi Lo bakal jadi kenyataan" dia pun menceritakan beberapa hal yang membuat gw semakin bersemangat.
akhirnya iseng beli karton dan mulai menulis semua tempat2 yang ingin dikunjungi "Wishing List" saya namakan.. beberapa nama Kota besar di Indonesia mengisi karton tersebut yang saya pajang di dinding kamar.
Dua tahun berlalu dari kejadian itu, seorang teman dekat yang bernama Anggia memberikan kabar baik, "Fin, Elo keterima di JICA gantiin gw.." dan mulai terwujudlah beberapa "Wishing List"saya semenjak hari itu.
1 bulan bekerja, atasan saya yang berkebangsaan Jepang tersebut menugaskan saya "Fina, monitoring ke Wakatobi Fina yang pergi ya.."
dengan hati bahagia saya hanya mengangguk dan menjawab "OK!"
mulai heboh mengurusi perjalanan ke Wakatobi.
Beberapa bulan kemudian Ambon menjadi tujuan berikutnya, lalu Thailand, Kutai dan lain-lain Insya Alloh menyusul ..
Based on my Story above, mungkin lebih banya lagi di luar sana yang memiliki kisah lebih luar biasa dan menginspirasi. So, tetap bermimpi ya .. dan semangat mewujudkan !! karena jika baik menurutNya, semua pasti akan terlaksana dengan cara yang indah
Bogor, february 10th 2012
fina agustiani ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)








