Thursday, December 27, 2012

Sekarang

empat tahun yang lalu

kita pernah bersama

sekarang

kamu sudah bersamanya

sekarang

nyatanya kamu masih merasa aku bersamamu

sekarang

aku yang sakit karena itu

sekarang

aku mohon

cintai aku dengan caramu yang lain

tidak begini

tidak dengan selalu mengingatkanku yang pernah terjadi dulu

aku ingin melanjutkan hidupku sendiri


tanpamu..



Wednesday, November 7, 2012

Jaim ; Jaga Imej


Berawal dari perjalanan di Terminal Serang menuju Bogor. Saya dan sahabat saya, Dian baru saja melakukan semacam petualangan mencari tempat untuk berlibur di Pantai Carita. Karena perjalanan yang panjang, bermain air pantai dari sore hari di hari sebelumnya lalu lanjut lagi di pagi harinya. Alhasil hari itu benar-benar sangat  melelahkan.

Sampai di bus tujuan Bogor, beruntungnya kami mendapatkan bus AC dan dapat tempat duduk di kursi deretan paling belakang. Tak apalah, yang penting kami tidak harus berdiri dan merasakan pegal kaki.
Selang tiga puluh menit setelah bus berjalan, kami berdua sudah tidak banyak mengobrol. Kami sudah fokus dengan keinginan untuk mengistirahatkan diri kami masing-masing. Sesekali saya sudah memejamkan mata untuk menghilangkan sedikit rasa kantuk. Dalam perjalanan baru, saya lebih senang memperhatikan rute jalan menuju tempat tujuan. Berharap suatu saat jika kembali ke tempat yang sama, saya sudah  hafal rutenya J

Di pertengahan jalan, saya memperhatikan Dian sudah tertidur agak pulas. Kepalanya sudah mulai berlenggak lenggok ke kanan dan kiri mencari keseimbangannya. Saya hanya tersenyum kecil melihatnya. Saya melanjutkan keasyikan sendiri lagi dengan melihat pemandangan kanan kiri jalan tol.
Setelah terlalu asyik sendiri melihat pemandangan kanan kiri jalan, saya memperhatikan sahabat saya kembali, wow ! saya kaget. Posisinya tiba-tiba saja sudah berubah. Kepalanya sudah menyender kebelakang dengan posisi yang pastinya membuat lehernya pegal saat bangun nanti dan otomatis membuat mulutnya agak menganga.

Melihatnya begitu kelelahan saya tidak tega, saya yang memaksanya untuk bepergian dengan angkutan umum walaupun sebelumnya sudah ditawarkan untuk menyewa mobil, tapi saya tolak. Kemudian  satu-satunya cara adalah dengan menarik kepalanya agar bersender ke bahu saya. Dan saya melakukannya.
Dian memposisikan tidurnya agak lebih nyaman di bahu saya. Awalnya saya pikir begitu sudah cukup membuatnya nyaman, ternyata saat mengerem dan menggagas, membuat kepalanya jadi terlempar-lempar. Akhirnya tangan kiri saya menahan kepalanya. Dan Dianpun tidur dengan pulasnya sampai ke Jakarta saat dia bangun.

Menahan kepalanya selama  sekitar satu jam itu membuat tangan saya terasa lumayan pegal juga. Beberapa menit setelah Dian tersadar dari tidurnya, dia tersenyum manis sekali kepada saya. Saya jadi bingung sendiri ada dengannya.

“ Fina, gue makin cinta deh ma lo” katanya tiba-tiba.

“Ada apa ya ?”

“Lu baik banget. Ngasih bahu sama tangannya buat gue supaya tidur nyaman.” Jawabnya dengan senyumnya yang paling manis yang pernah ia tunjukkan.

Saya tersenyum. “ Ada  maksudnya kok, tapi yasudahlah.”

“Maksud?”  tanyany penuh curiga.

“Tadi tuh lo tidur, malu-maluin. Masa cantik-cantik tidurnya nyelangap begitu, makanya gue tarik ke bahu gue. Tadinya nggak mau dipegang, tapi kepala lo goyang-goyang, makanya akhirnya selama perjalanan gue pegang kepala lo.”

Tak ada suara setelah penjelasan berakhir.

“Kenapa? Kok  diem?”

Tetap tak ada respon.

Saya menyenggol sikunya.

“FINAAAA.. lo jahat, ternyata bukan karena care sama gue. Gue kaya udah terbang tinggi banget, tapi lo jatohin gue gitu aja. Jahat !” katanya dengan nada marah-marah.

Saya hanya mendengarkan setiap amarahnya dengan tersenyum.

“Itu juga kan tandanya care, apa bedanya ?”

“NGGA ! BEDA !” Dian semakin manyun.


Melihatnya wajah dan caranya marah-marah membuat saya terpingkal – pingkal. Padahal niat hati melakukan itu memang karena saya benar-benar peduli terhadapnya. J

Friday, November 2, 2012

My First Sky Dining


Jadi pendatang di Jakarta sebagai karyawan rasanya belum lengkap juga kalau belum menjelajahi hal-hal yang ada di Jakarta. Bertanya ke salah satu teman di Jakarta mengenai  tempat mana yang asik buat nongkrong sambil makan,dan tercetuslah Plangi kependekan dari Plaza Semanggi. Menurutnya, disana ada satu tempat di lantai 10 yang enak untuk tempat nongkrong dan makan.

Dan akhirnya, semalam saya berhasil makan dan melihat pemandangan Jakarta dari lantai 10 di Plaza Semanggi J. Duduk di meja yang dekat dengan pemandangan Jakarta di malam hari sambil menikmati makan malam itu rasanya sesuatu banget kalau kata Syahrini. Apalagi yang nemenin disana itu orang yang special buat kita, kia-kira begitu ngga ya ?

Iya mungkin begitu kira-kira kalau menurut saya. Seperti semalam yang tadi saya lewati rasanya memang menyenangkan sekali. Tapi karena diburu dengan agenda kegiatan selanjutnya, selesai makan saya langsung pergi ke tempat lain.
[taken from Google pict] sekilas pandang dari lantai 10 Plaza Semanggi.

Dan makan ala sky dining ini wajib dicoba menurut saya. J

Pagi Jakarta !


“Pagi Jakarta !”

Begitulah kira-kira sapaan yang diucapkan hati pagi ini. Pagi pertama memulai aktivitas di Jakarta, setelah semalam resmi menjadi anak kost di Jakarta. Hari pertama menjadi anak kost, saya malah menjadi perawat untuk teman sekamar saya yang tiba-tiba saja demam setelah berbelanja sedikit keperluan kamar di Plaza Semanggi dan menikmati makan malam ‘sky dining’ disana. Akhirnya dengan beberapa kali mengganti kompres dan beradaptasi beberapa jam dengan kondisi kamar yang baru, saya baru bisa terlelap tidur.

Keesokan harinya, setelah rapi berpakaian saya berangkat menuju tempat saya bekerja di kawasan Jalan Jendral Gatot Subroto. Sebenarnya saya tidak tahu harus menggunakan apa untuk sampai ke kantor, akhirnya jam setengah tujuh sudah pergi dari kost-an di sekitar kawasan Kebon Kacang dan berbekal dari bertanya kepada kondektur, katanya saya harus naik bus PPD 213 untuk bisa sampai ke tempat saya bekerja.

Keluar gang kost-an saya menggunakan bus tersebut, dengan santainya dan mulai fokus memperhatikan jalan. Beberapa jalan pernah saya lewati ketika bus berjalan menuju tujuan terakhirnya Terminal Kampung Melayu beberapa waktu yang lalu. Dan yang mengagetkan saya, ternyata dari Kampung Melayu  tersebut bus 213 itu kembali melewati rute yang sudah saya lewati sebelumnya. Alhasil, saya kembali lagi ke tempat dimana saya naik bus tersebut.
taken from Google pict.

Jam sudah menunjukkan setengah jam lagi  menuju jam masuk kantor. Karena sudah terdesak, akhirnya taksi menjadi pilihan saya kemudian. Sambil duduk manis dengan AC yang dingin, dalam hati saya tertawa sendiri mengingat perjalanan satu jam yang saya lewati untuk memutari jalan dengan trayek bus tersebut. Daaaannn yang lebih membuat saya tertawa adalah, saya sampai hanya sekitar 10 menit saja.
Waktu perjalanan yang sama antara Bogor-Jakarta untuk hari pertama beraktivitas pagi hari ini ^^’’.

Monday, October 29, 2012

Jambi Kota Simpang


Pertama kali menginjak Sumatera itu adalah Kota Jambi. Walau dalam misi tugas, saya tetap mencari waktu senggang untuk setidaknya meng-explore sekitaran Kota Jambi.
Perjalanan yang selalu melewati beberapa simpang akhirnya menimbulkan tanya di benak saya,

“Perasaan dari tadi banyak persimpangan ya , Pak ?” tanya saya kepada sang supir yang membawa kami menuju Hotel. Sang supir hanya mengangguk, lalu menjelaskan lagi beberapa tempat yang kami lewati.

Di hari pertama kami sempat mengunjungi daerah-daerah yang sering dikunjungi. Diantaranya Ancol Jambi, Jembatan Aur Duri 2 (dua), dan pujasera makanan-makanan khas Jambi. Ternyata di Jambi banyak hal-hal yang mengutip dari daerah lain di Indonesia, misalnya ada Monas, lalu juga ada Jalan Malioboro, Ancol seperti yang sudah saya sebutkan tadi, walaupun dalam bentuk yang berbeda dengan aslinya.

Untuk makan malam, kami mencoba pindang ikan patin dan tempoyak udang. Katanya tempoyak itu makanan khas Jambi, tempoyak itu merupakan kuah sayuran, hanya ada rasa durian di dalamnya. Jadi 
rasanya campur-campur  gurih dan rasa durian. Silahkan dicoba jika ke Jambi.

Di hari kedua, saya diajak berkeliling oleh salah satu teman di Jambi yang sangat baik sekali. Kami berkeliling untuk menemani saya mencari oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang, setelah seharian kami berkeliling di salah satu desa di Kabupaten Muaro Jambi, yaitu Sungai Gelam. beberapa kali berputar, lagi-lagi saya bertanya,

“Kita sudah melewati simpangan berapa kali ya ?”

Teman dan supir yang membawa saya berkeliling tertawa renyah mendengar pertanyaan saya itu.

“Jambi kan memang dikenal sebagai Kota Simpang, Fina. Jadi kita mesti akan melewati berbagai simpangan kemanapun tujuannya. Tapi, kalau kamu tinggal di Jambi lamaan dikit aja, kamu akan tahu kalau Jambi itu sebenarnya jalannya kesitu-situ juga.”

Saya hanya mengangguk-angguk mendengar kalimat teman saya yang baik itu. Setelah berhasil mendapatkan empek-empek SELAMAT yang disukai adik saya, kami bergegas menuju toko batik khas Jambi. Saya mulai berpikir untuk mengkoleksi batik-batik Indonesia di berbagai tempat, jadi pengkoleksian dimulai dari batik Jambi ini. Walaupun di rumah sudah ada beberapa batik daerah yang dibawakan teman-teman sebagai hadiah dan oleh-oleh. Hehehe.

Lanjut perjalanan di malam hari itu adalah saya di ajak makan bakso, namanya Bakso Sukat. Baksonya enak, hanya kuahnya seperti soto,keruh. Tidak bening seperti layaknya bakso yang lain. Ditemani dengan es tebu, yang baru pertama kali saya coba di Jambi, walaupun sudah banyak yang menjual di daerah-daerah lain. Walaupun menurut dokter gigi , makan makanan panas dan dingin tidak boleh dilakukan bersamaan, rasanya tetap enaak saja malam itu. Hehehe.

Karena sudah hampir tengah malam, toko-toko di Jambi kebanyakan sudah tutup, jadi saya hanya bisa mengunjungi sedikit tempat saja. Padahal dalam pembicaraan saya dan teman saya juga dengan supir yang mengantar kami, ada beberapa di daerah Jambi yang menjual barang-barang import murah, tempat yang sebenarnya ingin saya kunjungi, hanya letaknya agak jauh. Jarak tempuh menuju tempat tersebut itu sekitar dua jam. Nama daerahnya Tungkal. Mungkin lain kali ketika saya mengunjungi Jambi lagi, saya akan mengunjunginya.

Oh iya, katanya ada mitos. Kalau kita meminum air mineral yang bersumber dari mata air Batang hari, dipastikan tak lama lagi, mereka yang meminumnya akan kembali ke Kota Jambi. Semoga saya juga segera kembali kesana. J

Friday, October 12, 2012

Hilang Itu Semoga Terganti dengan yang Lebih Baik

Suatu sore setelah selesai bekerja, mencoba menggunakan bus untuk pulang ke Bogor. Ternyata perjalanannya terasa lebih berat, karena macetnya yang luar biasa di jam-jam pulang kerja di Jakarta. Tetapi selalu ada plus dan minus bukan dalam segala hal ? Dengan menggunakan bus ternyata perjalanan menuju rumah lebih mudah dan terbilang lebih cepat beberapa menit daripada menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik).

Tidak terlalu banyak yang dikerjakan di kantor rasanya lebih membuat badan lebih capek daripada saat sedang banyaknya tugas di kantor. Sepulang dari kantor rencananya akan lanjut mengerjakan soal untuk UTS di sekolah dan menyiapkan modul untuk mengajar. Tapi rencana hanya tinggal rencana. Sampai rumah rencana itu hangus karena tertidur . :p

Sampai di rumah, mama menyambut saya di depan pintu dengan senyum yang agak berbeda. Tiba-tiba rasa lelah agak berkurang namun tak lama setelahnya jadi berat lagi ketika mama menarik tangan saya membuat saya mendekat ke wajahnya.

"Jangan kaget ya. Motor abah hilang." Bisiknya di telinga saya.

Hmmm. Sebenernya ingin langsung menangis, membayangkan sedih yang pasti dirasakan oleh abah tentang hilangnya motor itu. Bagaimanapun motor itu merupakan motor yang sangat disayanginya, terkadang melebihi   sayangnya terhadap saya anaknya. Hehe.

Menatap wajah abah untuk mencium tangannya (ritual pulang kerja) terlihat ada kekecewaan yang tersembunyi. Setelah mencium tangannya, kembali tangan saya ditarik perlahan untuk didekatkan ke wajahnya.

" Jangan kaget ya." tuturnya tidak jauh beda dengan kalimat mamah. "Motor ilang waktu ngaji di mesjid."

Saya hanya mengangguk dan diam mendengarkan kronologis yang kemudian diceritakan abah.

"Mungkin memang sampai segitu rejekinya punya motor. Ikhlasin aja ya." Tutur abah selanjutnya. Walaupun sebenarnya mungkin pasti ada rasa kecewa didalam hatinya. Lebih yakin lagi abah akan belajar untuk benar-benar mengikhlaskan barang kesayangannya itu.

Rasanya ingin deh bilang saat itu "Besok langsung ke dealer aja. Pilih motor yang abah suka langsung beli." tapi belum mampu untuk mengatakan itu saat ini. :)

"Ini ujian dari Allah, kalau motornya udah ngga ada begini, masih mau tetap ngaji ngga ? Naik angkot atau naik ojek gitu." mama kemudia mengeluarkan kalimat yang saya tidak duga sebelumnya.

Kalimat yang langsung disambut senyuman oleh abah. "Iyalah harus tetep jalan terus. Ada ataupun ngga ada motor."

Mendengar percakapan itu sangat membuat hati tenang, karena ternyata mama sangat bisa dengan caranya membuat beban di pundak abah lebih ringan sepertinya. Semoga motor yang hilang diganti Allah dengan yang lebih baik. Semoga abah dinaikkan derajatnya dengan mengikhlaskan kehilangannya tersebut. Dan semoga mama akan selalu menjadi sosok yang luar biasa untuk menemani abah. Aamin.

Segala hal itu terjadi pasti dengan alasan dan hikmah kelak. Mudah-mudahan.


Monday, October 8, 2012

Jakarta I'm in Love ..


Entah kenapa saat mendengar kata Jakarta, selalu ada rasa iri. Iri karena sebagai Ibu Kota negara yang letaknya tidak jauh dari kota tempat saya tinggal, saya sama sekali tidak tahu mengenai kota ini terlalu banyak. Hanya 'macet' yang selalu menjadi pembicaraan saat kata Jakarta dikeluarkan.

Beberapa kali mendapatkan kesempatan ke Jakarta saat bekerja di Bogor, rasanya menyenangkan. Walaupun ketemu macet, kereta yang desek-desekkan, tapi tetap saja rasanya menyenangkan. Menginjakkan kaki di tempat yang baru. Dan tempat baru itu adalah Jakarta.

Tetapi setiap ke Jakarta selalu saja hanya pada satu tujuan. Jadi sampai sekarang, masih saja belum bisa mengenal Jakarta seutuhnya. Yang selalu membuat saa penasaran adalah mengenai angkot, metromini, bus yang banyak. Saya selalu ingin untuk menggunakannya kapan-kapan untuk mengelilingi Jakarta ini.

Dan beberapa kali datang ke Jakarta, lebih efisien menggunakan KRL ( Kereta Rel Listrik ). Namun sayangnya, semakin saya tidak mengetahui Jakarta jika menggunakan alat transportasi bus. Dan kebanyakan bus adalah transportasi yang sering digunakan.

Well, selalu bermimpi untuk bekerja di Ibu Kota Negara Indonesia ini. Dan akhirnya mimpi itu terwujud. Beberapa saat sebelum resmi bekerja sebagai staf di salah satu Gedung di Jakarta. Seorang sahabat mengabulkan keinginan saya dengan selalu mengajak saya ke kantornya yang berada di kawasan Sudirman. Kawasan pusat perkantoran di Jakarta. Yang jika akan memasukinya harus menggunakan ID card sebagai jaminan. Kantor yang saya impikan.

Dan beberapa bulan kemudian, terwujudlah mimpi itu. Berlokasi di sekitar Gatot Subrotolah yang kemudian salah satu gedungnya menjadi tempat saya bekerja sekarang. Semoga tercapai untuk mengelilingi Jakarta dengan alat transportasinya.

Bagaimanapun indahnya kota-kota di negara lain, Jakarta juga tidak kalah indah kok. :)
***


Wednesday, May 30, 2012

Sayonara

hati wanita : ayo ngaku sudah.. hahaahaha..

wanita       : ngga, aku ngga kenapa-kenapa kok.

hati wanita : baiklah, ngga lama lagi kok.

wanita       :  apa sih? ngga akan !

hati wanita : I know you better than your self, sayang..

wanita        : pokoknya ngga akan ! ngga ngga ngga nggaaaa...

hati wanita  : hahahaha.. sebentar lagi..

***
fina, really thanks for all this times, ayo keep in touch !

***
gw ke airport nganter mereka. mau titip salam?
***
wanita       : okeh.. aku nyerah.. aku sediiihh... huaaaaaa... aku bakal kangen mereka. semua hal menyenangkan dan tidak menyenangkan yang mereka lakukan selama ini. aku sedih karena mereka memberikan kenangan yang tak terlupakan di hidupku, aku sedih karena tatapan perpisahan itu, kalimat perpisahan itu.. aku sedih dengan perpisahan ini. tapi aku senang bisa mengenal mereka. hiks.

hati wanita  : kalian pasti akan bertemu di lain kesempatan. dimanapun dan kapanpun itu. yakinlah..

wanita        : iya..

Thursday, February 23, 2012

sayang abah ( abah : ayah)


 


tak pernah terucapkan langsung kepadanya :')

Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) - Ada Band

*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja

Indahnya saat itu buatku melambung

Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu

Patuhi perintahmu jauhkan godaan

Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa

Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak


Reff:

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu

Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali

Ku rindukan suasana basuh jiwaku

Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu

Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati








Monday, February 13, 2012

Thailand-My 1st Great experience..

Thailand. Mendengar nama negara yang satu ini bikin bibir saya tersenyum senang, karena Thailand menjadi salah satu negara luar Indonesia pertama yang saya datangi. Bersama seorang teman saya mengunjungi negara ini. 

ASLI !! recommended negara untuk berpetualang, sendiri atau bersama teman-teman.
Melihat situasi keadaaan yang sudah dilihat beberapa hari ketika berjelajah ke negeri gajah putih ini, semua akan baik-baik saja. :D

Day 1
Sebagai backpacker amatiran, saya dan teman saya sudah membeli tiket pesawat jauh-jauh hari sebelum pergi ke Thailand, dengan pesawat yang berlogo "semua orang bisa terbang", deg-degan menunggu pesawat datang di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang baru jadi ini. Setelah datang, ngga lama kita berdua naik pesawat tersebut.
Dalam pesawat kita duduk terpisah karena waktu check-in via internet yang berbeda, saya duduk dan lalu mengisi form imigrasi dan pesawat terbang landas menuju Thailand. Cuaca cukup menegangkan pada hari itu, agak hujan deras, perasaan akan sampai lagi ke rumahpun hilir mudik di pikiran.
Setelah 3 jam duduk, mendengarkan dan memperhatikan beberapa penumpang ibu-ibu arisan yang heboh di pesawat, penumpang bule yang agak mesum dengan pacarnya duduk di depan saya dan penumpang-penumpang yang hilir mudik ke kamar mandi, akhirnya saya tiba di Bandara superindah menurut saya, Bandara Suvarnabhumi. Saya dan teman saya turun dan berjalan menuju tempat imigrasi yang sangat panjang antriannya. Jarak dari turun sampai imigrasipun lumayan jauh.
antrian di Imigrasi yang sangat panjang :)
Disana kita sempat berkenalan dengan beberapa ibu-ibu yang sempat heboh di pesawat tadi, mengantri lama akhirnya kita baru selesai proses imigrasi sekitar jam setengah 9 malam, dan mulailah berpetualang bagaimana caranya menuju ke hotel yang sudah kita booking jauh-jauh hari juga. Berpegangan kepada buku yang sudah dibaca dan peta yang amat sangat bertebaran di bandara, kita akhirnya naik BTS ( Bus Train S-nya lupa singkatannya.hehe..) dan turun di stasiun Saphan Khwai, menurut info yang kami dapat menuju hotel itu hanya sekitar 4-5 menit saja dari stasiun tersebut, namun karena ke amatiran kami sebagai backpacker, kami tiba di hotel tersebut sekitar 2 jam setelahnya setelah bertanya-tanya ke petugas seven eleven-Indomaretnya Thailand- dan masyarakat sekitar yang mengetahui keberadaan hotel tersebut. Menurut buku itu ternyata ada jalan tikusnya, Nah yang kami lewati itu memang jalan umum menuju Hotel tersebut (UMUM BANGET deh pokokny :D)

Sampai di hotel, kami rebahan sejenak lalu berangkat lagi menuju tempat makan sekitar untuk mengisi perut kami yang sudah keroncongan, harus hati-hati bagi para muslim untuk memilih makanan disana,karena full of pork. hehe.. ambil aman, saya memesan nasi goreng telor dengan harga sekitar 45 baht ( 1 baht= Rp 300 ). 
Makanan yang palin aman untuk saya
Rasanya menurut saya enak-enak saja dengan harga yg miring, based on info from book, memang bisa dijumpai harga yang lebih murah lagi, as backpacker, hal tersebut memang harus dilakukan. Hehe.

After dinner, kami mandi dan mendiskusikan perjalanan untuk keesokkan harinya. Diputuskan:
Day 2
1. Khaosan Road ( katanya sebagai pusat backpacker dunia berkumpul) 
ternyata memang iya! disini bisa ditemui semua bangsa, manusia-manusia berkulit putih, sawo matang sampai yang hitam juga ada. Disini untuk yang mau belanja, dunianya kaos-kaos bagus ada disini dan harganya bisa murah saat bisa ber-bargain-bargain dengan penjualnya, maksimal harga 45 ribu atau sekitar 150 baht itu harus sudah yang paling mahal. Akses menuju Khaosan Road ini kita melewati Chao Phraya River. Kita naik boat dan bisa lihat di peta kita harus turun di dermaga mana untuk sampai ke Khaosan Road.
2. MBK dan Siam Square,
Di dua mall ini, yang dihubungkan oleh satu jembatan besar, bagi yang suka shopping, tempat inipun bisa dijadikan ajang tempat oleh untuk teman dan keluarga, kisaran harganya macam-macam karena mulai dari yang biasa sampai yang branded ada. Kabar mengenai murahnya barang-barang di Thailand dan di Indonesia itu ternyata terbukti. Untuk barang-barang elektronik harganya bisa dapet murah ratusan bahkan jutaan bedanya dengan harga di Indonesia. Tergantung dari barang apa yang dibeli ya.
3. China Town
Surganya para pencari barang murah deh disini. Barang-barang grosir murah ada disini. Untuk beli barang satuanpun amat sangat murah disini. Mulai dari pernak pernik perhiasan, boneka, accesories, baju, jam tangan, sesuatu yang Thailand banget dan lain sebagainya bisa didapetin disini. Sampai buah-buahan segar juga ada disini. Akses menuju China Town ini juga kami lalui menggunakan boat yang bisa di akses dengan harga sekitar 30 Baht saja yang dermaganya berbeda dermaga menuju Khaosan Road.
4. Pratunam Market
Kawasan pasar murah ini juga wajib dikunjungi bagi para pecinta belanja, karena barang-barangnya yang terbilang murah. Hanya, kalau mau datang ke pasar ini sebaiknya dilakukan sebelum jam 6 malam, karena pasarnya mulai tutup sekitar jam 6 malam, sangat disayangkan kami telat datang ke tempat ini karena keasyikkan berputar-putar di China town.

Day  3 
Yang kami lakukan dihari ketiga lebih mengejar membeli oleh-oleh untuk orang tercinta kami, akhirnya kami memutuskan untuk kembali mengulang hari di China Town almost seharian sampai akhir sisa-sisa Baht di kantong kami. Hehe.

Di malam hari kami bertolak dari Bandar Suvarnabhumi menuju Jakarta.


one of station of BTS




salah satu jembatan di atas Chao Phraya River
Perjalanan yang menyenangkan menurut saya, namun memang banyak hal yang belum terkunjungi saat kesana. Next time, jika ada kesempatan lagi mengunjungi Bangkok, Insya Alloh semuanya akan lebih terprepare lebih baik lagi.. :D

Beberapa hal yang menurut saya wajib diperhatikan jika berkunjung ke Thailand adalah :
1. Dokumen-dokumen penting macam Passpor dan tanda pengenal lainnya wajib dibawa
2. Uang yang cukup, tergantung kebutuhan yang akan dilakuakan di Thailand, kalau untuk kasus saya yang hanya coba-coba dan iseng-iseng, bawa uang 900rb yang ditukar ke baht itu cukup. Bahkan sebenarnya kalau emang niatnya mau backpackeran, bisa buat 10 hari tinggal di Bangkok, dengan catatan sudah mengetahui tempat-tempat menginap dan siap ngegembel dengan makanan murah disana.
3. Ngga tau malu saat bargain harga dengan penjual.Dan pelajarilah sedikit kata-kata dan kalimat dalam bahasa Thailand.
4. Jika membawa teman, pastikan harus memiliki rasa saling toleransi dalam menentukan tujuan kemana akan pergi.Karena sedikit perselisihan akan terjadi jika tidak pandai menjaga perasaan satu sama lain.
5. Untuk Info saja, tidak semua simcard handphone disana bisa digunakan, salah satu yang bisa digunakan adalah Indosat, tapi agak mahal memang, 1 kali sms bisa sampai 3500 rupiah.
6. Berdirilah saat lagu kebangsaan Thailand dikumandangkan untuk menghormati raja Thailand. biasanya lagu-lagu itu akan dikumandangkan pada jam-jam di sore menjelang malam.
7. Jangan membuang sampah di sembarang tempat.
Hal-hal lainnya bisa disesuaikan saat sudah berada disana. Semoga bermanfaat.

fina agustiani ^^

Friday, February 10, 2012

Bermimpilah dan Berusahalah mewujudkannya !!

Pernah bermimpi suatu hari saya harus bisa keliling dunia !!  berpikir bagaimana caranya dengan keadaan yang seperti sekaran ini gaji pas2an, membuat rasa berkecil hari sedikit membesar..

Salah seorang teman bernama Sita mengingatkan " Fin, mimpilah, dan yakini mimpi Lo bakal jadi kenyataan" dia pun menceritakan beberapa hal yang membuat gw semakin bersemangat.

akhirnya iseng beli karton dan mulai menulis semua tempat2 yang ingin dikunjungi "Wishing List" saya namakan.. beberapa nama Kota besar di Indonesia mengisi karton tersebut yang saya pajang di dinding kamar.

Dua tahun berlalu dari kejadian itu, seorang teman dekat yang bernama Anggia memberikan kabar baik, "Fin, Elo keterima di JICA gantiin gw.." dan mulai terwujudlah beberapa "Wishing List"saya semenjak hari itu.

1 bulan bekerja, atasan saya yang berkebangsaan Jepang tersebut menugaskan saya "Fina, monitoring ke Wakatobi  Fina yang pergi ya.."
dengan hati bahagia saya hanya mengangguk dan menjawab "OK!"
mulai heboh mengurusi perjalanan ke Wakatobi.

Beberapa bulan kemudian Ambon menjadi tujuan berikutnya, lalu Thailand, Kutai dan lain-lain Insya Alloh menyusul ..

Based on my Story above, mungkin lebih banya lagi di luar sana yang memiliki kisah lebih luar biasa dan menginspirasi. So, tetap bermimpi ya ..  dan semangat mewujudkan !! karena jika baik menurutNya, semua pasti akan terlaksana dengan cara yang indah

 Bogor, february 10th 2012

fina agustiani ^^