Monday, December 22, 2014

MixedFeeling on Mother's Day

22 Desember 2014

Bertepatan dengan Hari Ibu.
Many thanks pouring my mom's-all of moms in the world- for been take care of me until today.
I do really love you mama.
Always bright my life!


Another thing happen in this day adalah Haul Meninggalnya Ene' (Nenek, Ibu dari Abah)
I am also grateful to have father like him. On this day-well, everyday he always send du'a for her- he asked her students who always learn Al Qur'an (include orphaned in it) to send du'a for her mom, my grandmother. I love the way you did, Bah.

Hopefully, I became someone like you in a good way. And my children will do the same to me when I am gone.

Another thing was the whole way to Tanah Abang, I need to stand up, because of the crowded Monday. It little bit annoy me, but hey, sekali-kali OK. Then, in the end of the way to Tanah Abang, one of my bestfriend send me bbm, asking something funny, ehm.. weird, no no, well something is

"Na, ukuran cincicn lu berapa?"

She is not a man, she is a woman, why should she asking me that question?

Dengan jujur, dan ngga mau mikir sebenarnya, I said "ngga tahu"

Then she asked me again

"Kalau mahar yang paling baik menurut agama Islam apa?"

Helloo, do I look like an Ustadzah. Antara happy dan guilty dan bersyukur. Happy karena masih banyak orang  menganggap saya ini orang yang baik dan mengetahui ajaran Islam dengan baik. Guilty karena Ya ampun, kalau semua orang tau, saya ini amat sangat jauh dari kata baik. Hamba penuh dosa yang  mencari jalan untuk kembali menjadi baik dan seperti yang dibayangkan orang lain.

Dan bersyukur karena Alloh Maha Amat Sangat Baik, karena masih menjaga aib hambaNya yang banyak kekurangan ini. Ya Alloh bantu hamba selalu lebih baik lebih baik dan lebih baik.

Well, akhirnya dari memori ingatan yang sedikit pernah mendengar tentang hal ini, saya hanya menjawab semampunya. Semoga bermanfaat.

Dan saya turut berbahagia akhirnya orang yang akan menikahi sahabat baik saya ini adalah memang yang dia harapkan. Selalu berdoa yang terbaik untuknya. Dan terbayang akan sangat bahagia jika jodoh yang menjadi milik kita adalah orang yang diharapkan bukan? Semoga selalu yang terbaik yang engkau dapatkan, sahabatku.

Dari berita itu, perasaan lain muncul. I will finally leaved again. Wedding. My BestFriend Wedding.
I am happy, tapi another inside of my feeling, Lonely again. She the one of my best friend yang bener-bener bestfriend, yang selalu ada saat sedih dan senang. She really is.

For the first time she leaved by her dad, entah kenapa rasanya harus jadi bagian yang paling penting buat dia, mungkin dia ngga berpikir sama. Tapi saya begitu. Dan dia adalah yang terdekat dan terbaik buat saya. Ditinggalkan menikah olehnya will be my loneliness part. But I need to feel happy for that.

Then I think, when I will be marry? When someone who really written in 'my book' will come?

Well~ lagi lagi waktu yang hanya bisa menjawab bukan?

I do really wait that answer with so many question inside to Alloh, then hopefully, Alloh will give me the best that I should to take.

Insya Alloh~~

Wednesday, December 17, 2014

Wishing Wishing ~ Korea Selatan

Karea adik sekarang sedang kegandrungan nonton acara reality show Korea Running man, dengan senang hati saya ikut menontonnya kembali.

Karena percakapan mereka itu, saya menjadi sangat tertarik untuk pergi ke tempat itu, KOREA SELATAN!!

di dalam acara itu, hebatnya mereka adalah, mereka selalu menunjukkan tempat-tempat terbaik yang mereka punya, dan menunjukkan makanan-makanan khas Korea yang sepertinya enak untuk dicicipi.

Beberapa kali saya katakan, saya akan kesana, dengan minimum stay 2 minggu, kenapa? karena rasanya tidak akan cukup ke Korea hanya beberapa hari saja. Dan pastinya harus nabung berlebih dahulu bukan, agar mudah mengurusi visa dan dokumen lainnya.

ada teman mengajak dengan menggunakan tour, mungkin itu juga menyenangkan, tetapi saya menolak, karena saya tidak suka di atur jika sedang melakukan perjalanan, apalagi ini negara impian saya.

Membayangkannya saja sudah membuat hari bergetar. Hangguk e jeongmal gagoshipda !!!

Semoga semoga semoga !!!

Saat Pekerjaan Menjadi Teman yang Menyenangkan

Pernahkah merasakah bahwa pekerjaan menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dikerjakan?

Atau pekerjaan menjadi salah satu media yang menyenangkan untuk menghindari orang-orang yang menyebalkan?

Atau pekerjaan menjadi salah satu media yang membuat kita bisa melupakan masalah yang sedang dihadapi?

Saya pernah saya pernah ~~

Dan rasanya hanya ingin menginap di kantor dan terus dan terus bekerja.

Memiliki banyak hal yang bisa dikerjakan itu menyenangkan, pun jika tidak ada, internet bisa membantu jemari ini menuangkan tulisan di blog ini.

So, I do really love my job, sometime berlebihan.. tapi yaaa.. I always try to love my job to make me comfortable on doing that.

Shigoto wa tsuki desu !

Musyawarah yang Semoga Mungkin Menuju Mufakat.

Rasanya tiba-tiba ingat saat dulu ada pelajaran SD yang mengatakan kalimat "Musyawarah Mencapai Mufakat"

Inikah yang sedang terjadi?

Fiuuhh..  Pencapaian mufakat ini menyeramkan ! Really.

Berada di tengah tatapan ketiga mata yang sedang berdebat yang seolah berkata "Ni ga nae phyoni ji?!" ( elo ada di pihak gue kan?!)

So I better nunduk tanpa menatap siapapun dengan mimik biasa dan lebih menyalahkan diri sendiri saja, sehingga tetap yakin bahwa Allohlah Maha Pelindung, Maha Menjaga saya dari apapun.

Being blamed should be one of my expertise. But I do always remember that Alloh will always with me, no matter happen. So, I just admitted my mistakes then I will make it right again.


Aigoo aigoo aigoo..

Everything done well, Insya Alloh
Dan mufakat menjadi akhir dari segala ketegangan ini..

Semoga Selalu Lancar dan berakhir baik ....

Of course with Alloh permission ^^


Seseorang untukku dan Aku untuk seseorang

Seseorang yang akan selalu ada di saat pagi membuka mata
Seseorang yang dengannya memulai hari dan bersamanya mengakhiri hari
Seseorang yang diam-diam kuantarkan makan siangnya ke kantor
Seseorang yang saat pulang akan kubuatkan kejutan kecil untuk menghilangkan rasa lelahnya
Seseorang yang saat tertidur, akan kupandangi wajahnya yang tenang dalam tidur

Seseorang yang sebelum sampai disana melakukan hal kecil nan indah
Yang memberikan setangkai bunga di meja kantor di pagi hari sebagai kejutan
Yang menarik kedalam pelukannya saat di commuterline yang penuh dengan orang bekerja
Yang dengannya dimanapun dan kapanpun hanya rasa aman yang terasa

Seseorang yang menjaga setiap janji yang keluar dari mulutnya
Seseorang yang bisa menahan amarahnya
Seseorang yang bisa mengajakku ke majlis ta'lim untuk menambah ilmu agama

Seseorang itu ...
Semoga Semoga Semoga..

Sedang di jalannya menuju kepadaku, dimana aku disinipun sedang memperbaiki diri untuk memantaskan diri bersamanya.

Dear Love, sama sama kita memantaskan diri yaa..
See you soon, with Alloh permission ^^


Dear No One ~ Tori Kelly

I like being independent
Not so much of investment
No one to tell me what to do

I like being by  my self
Dont gotta entertain anybody else
No one to answer to

**
But sometimes, I just one somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we're old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end

***
So if you're out there, I swear to be good to you
But I'm done lookin, for my future someone
Cause when the time is right, you'll be here
But for now
Dear No One, This is your love song

I dont really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space
But I’d love to have a soul mate
God will give him to me someday
& I know it’ll be worth the wait

Back to  ***
Back to **

Monday, December 15, 2014

Saat Sesuatu itu Pergi

Sesuatu akan terjadi itu seperti sudah dirasakan sebelumnya bukan?
Ada sesuatu yang biasanya dilakukan, tapi saat itu tidak dilakukan.

Hal ini terjadi kepada saya di hari Kamis lalu, handphone saya hilang !
Entah kenapa saya tidak terlalu panik pada saat itu, sehingga saya masih bisa berkomunikasi dengan adik saya setelahnya untuk menginformasikan hal tersebut.

Saya juga sempat menelusuri jalan yang saya lewati sebelum handphone tersebut hilang.
Dan rasanya yasudahlah..

Hanya memang, satu hal yang terlintas adalah satu-satunya kenangan saya bersama mantan kekasih kemarin benar-benar musnah dengan hilangnya ini.
Apakah ini sebenernya doa yang terkabul?

Beberapa kali saya sempat terpikir untuk menjual, tapi tidak jadi karena kenangan itu.
Jadi cara ini lebih bisa diterima oleh saya.
Ah.. perempuan.

Tapi yasudahlah, semua yang datang akan pergi.
Segalanya hanya titipan dan akan kembali kepada Sang Pemilik.

Akibat kehilangan ini adalah saya mendapatkan pengetahuan baru dan pengalaman baru, salah satunya adalah pembuatan Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian.
Karena harus mengurusi dua nomer saya yang ikut raib, setelah mencari berbagai informasi via teman dan internet, salah satu persyaratan penggantian nomer yang sama supaya bisa diganti adalah adanya Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian itu.

Baiklah, di Sabtu pagi yang panas kemarin, saya memutuskan untuk mulai berkeliling demi mendapatkan nomer-nomer itu kembali. Rute pertama terdekat adalah Kantor Polisi, datang ke bagian depan, beberapa pertanyaan dimunculkan untuk kelengkapan surat tersebut, KTP juga dilampirkan.

Setelah selesai, seharusnya tidak bayar tidak apa-apa, tetapi karena saya terlalu sensitif, daripada diacuhkan lalu saya sakit hati, saya memutuskan untuk memberikan sejumlah uang terhadap petugas tersebut. Saya memberikan Rp 20,000,- saat itu.

Lanjut rute selanjutnya adalah ke tempat kerja kakak saya untuk meminjam motor agar perjalanan lebih cepat dan irit ongkos. Ternyata terjebak macet, dan WIW!! keluar macet sudah mendekat jam 12 siang, rute terdekat adalah menuju Galeri Indosat yang ada di Jalan Pajajaran dekat Pizza Hut di depan RS AZRA, sampai disana antriannya sudah lumayan banyak, lalu saya bertanya ke bagian front desk, dan disanalah kartu saya diproses. KTP yang lagi-lagi kemudian ditanyakan.

Menunggu sekitar setengah jam, saya dipanggil dan jreng!! Kartu saya jadi dan akan aktif dalam waktu sejam kedepan katanya.

Lanjut lagi sekarang tujuannya adalah Grapari Telkomsel, agak hopeless kalau harus pergi ke Pajajaran, karena jasa layananannya di Hari Sabtu lebih sebentar.

Akhirnya teringat teman bilang, ada Grapari baru di Jogja Jalan Baru yang buka hari Minggu, saya langsung menuju kesana.
Dan yup!! sepi... sehingga ketika proses penggantian kartu lebih cepat dan lagi-lagi KTP saja yang hanya dibutuhkan untuk proses itu.
Sehingga, Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian itu tidak berguna kali ini.

Sore hari semua nomor saya yang hilang kembali aktif.

Semoga semoga semoga.


Wednesday, December 10, 2014

Kapan Mati ??

Tetiba teringat saudara-saudara yang sudah dahulu pergi meninggalkan kita.

Tetiba membayangkan mereka yang hanya ditemani kain kafannya itu dikubur sendirian di dalam tanah.

Apa yang mereka rasakan kini?
Bahagiakah?
Menderitakah?

Mati itu pasti bukan?
Alam akhirat itu juga pasti.
Lalu Neraka ? Syurga?

Apa yang sudah saya kumpulkan hingga hari ini untuk bekal disana?
Astagfirullohal'adziim..
Ampuni hamba ya Alloh, Ampuni segala dosa dosa hamba yang dengan mudahnya melalaikan semua perintahMu..
Ampuni..

Khusnul Khatimah ya Alloh, hamba mohon


10.12.14 10:25 a.m

Tuesday, November 18, 2014

Balada OnlineShop ~~

awalnya cuma liat-liat
udah diliat-liat lucu juga ya
udah lucu eh lagi ada diskon
udah diskon gratis ongkos kirim pula
haduuh..
pas check out barang ditrolly kepencetnya banyak
tapi kapan lagi diskonnya..


Begitulah salah satu status saya di facebook beberapa waktu lalu. 
Dan fenomenan onlineshop ini memang sedang mewabah, bukan hanya di kantor saja, yang tiba-tiba bapak-bapak disini doyan belanja (karena masih saya perempuan satu-satunya di kantor ini), ternyata setelah melakukan pembicaraan mengenai onlineshop ini, saya kemudian mengetahui 'hantu-hantu' onlineshop ini.

Mulai dari teman kursus Bahasa Jepang, Admin di Ketapang, bahkan mantan manager di Bogorpun begitu.

Akibat dari onlineshop ini adalah terkadang kita tidak membeli barang-barang yang sebenarnya kita butuhkan, bisa jadi karena sedang murah, atau karena sedang gratis ongkos kirim.

Keefisienan berbelanja di jendela komputer ini adalah asiknya, kita tidak perlu capek jalan-jalan megelilingi satu persatu toko, kita cukup klik klik klik saja, kemudian barang sampai di kantor atau di rumah.

Bahayanya adalah segala hal ada disana. Mulai dari peralatan rumah, fashion, jam tangan, ah.. you mentioned it, they have everything! dan ini yang setiap hari tidak pernah tidak untuk dibuka.
Kartu kredit atau kartu debit harus siap-siap terkikis jika kebiasaan ini menjadi addicted.

Harus kuat iman agar keinginan ini tidak selalu dipenuhi. Karena saat mendengar ada kata 'diskon' atau 'gratis ongkos kirim' tiba-tiba saja tangan ini menuju ke alamat website toko-toko onlineshop tersebut.

Beberapa onlineshop yang sering digunakan adalah :
Lazada
Zalora
Qoo10
dinomarket.com

dan lainnya yang ditemukan. Dari sekian yang saya sebutkan, sepertinya Lazada yang lebih sering digunakan, saya dan teman-teman di kantor.
Teman kursus Bahasa Jepang saya hanya menggunakan dua diantaranya, sedangkan yang lain ada juga yang menggunakan tokopedia dll.
 
Hal lucu yang saya dengar dari teman saya penggila onlineshop adalah seni menunggu. Menunggu ada yang mengetuk kantor dan tiba-tiba pesanan datang. Menyenangkan menurutnya.

Walaupun memudahkan dan lain sebagainya, menahan untuk tidak membeli juga sangat baik sekali dipikirkan, agar kita mengurangi hal-hal yang tidak perlu kita beli. Menabung menjadi hal yang wajib selalu dilakukan ya temans.


Happy Shopping  dan tetap berhati-hati dalam menggunakan kartu debit atau kartu kreditnya ya..!!

Monday, November 17, 2014

Toilet Functions : Make Friends !

Waahh.. pernah dengar kan kalau salah satu tempat mencari ilham adalah toilet? Salah satu yang benar adanya di tempat kerja saya adalah one of toilet function is Make Friends, selain mencari ilham tadi.

Awalnya ngga percaya, tapi setelah ini terjadi pada saya, saya langsung percaya.
Percaya atau tidak, di kantor ini khususnya di lantai yang isinya hanya lembaga-lembaga donor, rasanya sulit sekali mendapatkan teman.

Ya.. you knowlah, di ruangan kantor proyek tempat saya bekerja ini hanya saya perempuan satu-satunya, dan rasanya bosan saat saya membutuhkan teman perempuan untuk berbicara, tidak ada.

Beberapa kali ke toilet dan terkadang berpapasan dengan orang-orang dari lembaga lain di lantai yang sama mau tidak mau dengan sendirinya akan saling menyapa dan tiba-tiba ngobrol dan tiba-tiba curhat dan tiba-tiba seperti voila! gank dari toilet inipun ada.

Berkumpulnya kamipun tidak dijanjikan. Entah pada satu waktu tiba-tiba kami berkumpul saja dan lalu bergosip, apa saja bisa digosipkan dan dibicarakan.

Tapi yang penting dari hal ini, saya benar-benar mendapatkan teman yang baik, teman yang sangat berfungsi pada saat dibutuhkan.
Saat ngga kepikiran mau ngapain, tiba-tiba mereka ada dan menjadi alasan mau ngapain kita selanjutnya.

Ah.. tambahan, beyond than that.. Saya memiliki 'ibu' baru darisana. Saat hanya bertemu di toilet, entah mengapa selain berbicara fashion, kitapun membicarakan hal lainnya.
Ibu tersebut bilang "saya memberitahu kamu, bukan karena apa-apa, tapi saya sudah menganggap kamu seperti anak saya sendiri."

Waaah.. jeongmal gomawoyo eomeoni. :*

Thanks God, for sending those people in my life...

Lee Min Ho & Kim Woo Bin ~ another Korean Actor

Aktor - aktor keren yang lagi bikin klepek-kelepek hati ini juga sedang berada di urutan top artis korea yang lagi booming di rumah, karena adik saya baru memulai menonton drama yang mereka mainkan yakni The Heirs,

Kisah cinta si miskin dan si kaya yang cliche namun tetep penasaran untuk ditonton ini membuat kami begadang hampir beberapa malam ini.

For your information, drama korea ini juga merupakan hasil tangan dari penulis Kim Eun Seok. Di dalam kisahnya, Lee Min Ho berperan sebagai Kim Tan, chaebol kedua dari Jeguk Group yang mencintai anak dari pembantu di rumahnya Cha Eun Sang yang diperankan oleh Park Shin Hye.

Selain The Heirs, beberapa aktor ciamiknya yang sudah saya tonton Personal Taste, Boys Over Flower dan City Hunter.

Aktor lainnya dalam drama The Heirs yang tidak kalah ganteng juga ada Kim Woo Bin yang berperan sebagai Choi Yeong Do, disini ia bermain sebagai mantan sahabat Kim Tan yang juga menyukai Cha Eun Sang.

Berbagai pertarungan tidak bisa mereka hindari karena unfinished bussines mereka di masa muda, apalagi jika berhubungan dengan Cha Eun Sang, pertengkaran bisa menjadi lebih sengit.

Kim Woo Bin juga bermain dalam drama Gentleman's Dignity sebagai murid dari Seo Yi Soo.

Well, Happy Watching then, Guys.. Hope you enjoy kegantengan mereka dalam drama The Heirs itu.


Friday, October 31, 2014

What a Complicated !


Feeling jenuh, ngga apa-apa kali ya diungkapkan

Everytime I complained, even now, when I am writing this. My heart always reminds me that I better not to complain.

Maaf hati, saya selalu nakal. Hiks.

It is about my work. Feels like wanna have a boss like Kim Do Jin (Jang Dong Gun-Gentleman's Dignity) when his staff got trouble from his client dan diperlakukan tidak semestinya. Dengan gagahnya Kim Do Jin bilang :
Hei, lo tau kenapa gaji gue lebih gede dari elo? itu karena tugas gue adalah menyelesaikan masalah-masalah yang elo ngga bisa handle. Udahlah, serahkan hal ini ke gue, lo tetep kerja seperti biasa aja.
Beuh !! Wish you like him, Pak. Well you already did actually, beda cara aja sih :) tapi mudah-mudahan memang maksudnya adalah begitu, lagi-lagi karena si Bapaknya begitu, ada thought yang bilang "Lo sih ngerepotin" dan ini ngga baik buat gue. Hiks.
Well, thank you, Pak for take care of me, even only by giving red-line on my letter. Its means something. Saya tahu ini bukan hal yang mudah dihandle, mengingat ini adalah kerjasama kedua negara yang seharusnya menyenangkan untuk kedua belah pihak.

My Boss kind of rebel person, tapi keren, He is smart, perfectionist, handsome? iyalah, secara penggemarnya suka ngobril sama saya. Hanya saja bapak ini moody dan amat keukeuh sumekeuh, bertemu dengan peraturan yang complicated. Jadi.... ya begitulah.

Dan sedihnya adalah saya ada di pertengahan pekerjaan ini yang terkadang selalu ada saja pertengkaran antara pihak Indonesia dan pihak sana.. :(

eotteohkaji?! nan museowo jeongmal..

Semoga segala hal yang terjadi ini akan menjadikan kami tim yang solid walaupun harus melihat beberapa diskusi yang 'panas' di setiap harinya. ffiuuuhhh~~

Ya Alloh, please... never leave me.. T.T

Thursday, October 30, 2014

When You can Predict What Will Happen Next..

Entahlah ini menyenangkan atau tidak. Dari judul di atas, beberapa kali sempat saya alami. Saat bisa predict yang menyenangkan sih, ya menyenangkan saja, tapi pas giliran tidak menyenangkan itu yang agak gimanaa gitu rasanya.

Contoh yang menyenangkan:

Ketika itu saya sedang berjalan dengan seseorang yang diam-diam saya kagumi. Kami berjalan bersama, dan seperti biasa membicarakan apa saja yang bisa kami bicarakan. Dan entah kenapa dalan situasi seperti ini saya menduga juga, kami memiliki rasa yang sama yang hanya bisa dinikmati dalam diam. Inipun prediksi yang sepertinya benar. (Mungkin tidak akan pernah tahu kebenarannya sampai kapanpun).
Di tengah perjalanan kami harus berpisah, karena saya akan ke tujuan A dan dia akan ke tujuan B. Karena suatu hal saya harus pergi juga ke tujuan B, kesempatan untuk bertemu seseorang itu amat sangat besar.

Setelah selesai di tujuan A, saya menuju tujuan B dan benar saja, dia masih ada disana. Di tempat dimana saya akan mengunjunginya juga. Saya melihat dia dan dia tidak melihat saya, tapi saya tidak menyapanya. Sampai akhirnya ternyata di tujuan B ini saya selesai duluan, dan dia belum.

Menuju perjalanan kembali ke tempat awal, dari sebuah kaca spion, saya melihat dia selesai di tujuan B, dan sama-sama akan kembali ke tempat awal. Saya menduga, diap tidak akan mengejar, tapi saya yakin kita akan bertemu di persimpangan yang pasti akan kami lewati untuk menuju ke tempat awal.

Well, it was happened! kami berpapasan dan kembali berjalan bersama menuju titik awal. Ini versi menyenangkan bukan. Walaupun dalam diam, saya bisa berjalan dengan orang yang diam-diam saya kagumi. hihihihi.

Contoh yang tidak menyenangkan:

Ketika sedang bertengkar dengan kekasih pada waktu yang telah berlalu agak lama. Saya tau mengapa dia diam, saya tahu mengapa dia tidak membalas sms atau mengangkat telpon saya. Dan saya tahu bahwa ujungnya dia akan diam dan tidak pernah menyapa saya lagi.

Apakah ini sebenarnya bukan prediksi yang bisa tertebak ya? tapi memang karena sudah mengenal sifat dari masing-masing orang tersebut sehingga bisa memprediksi selanjutnya.

Well, bisa membaca apa yang kira-kira dipikirkan oleh orang lain itu terkadang ada menyenangkannya dan tidak. Menyenangkannya adalah karena kita bisa bersikap bagaimana menyikapi sifat orang tersebut. Tidak enaknya adalah kita selalu berhati-hati dalam bersikap itu juga jadi kurang menyenangkan, kan?

Tapi, inilah anugerah Tuhan kan, yang lagi-lagi wajib disyukuri dan disyukuri lagi. Agree?!

Wednesday, October 29, 2014

Friends Forever ~ RHASISTERZ

Kali ini persahabatan menjadi satu warna yang menghiasi hidup saya.

RHASISTERZ ( nama gank kami, persahabatan antara 8 perempuan)

Berawal dari pertemanan biasa mulai dari kelas 1 SMA hingga sampai saat ini persahabatan itu terjalin. Rhasisterz inipun nama kebetulan yang didapat ketika SMA, karena kami selalu bersama-sama sebanyak 8 orang, sehingga teman-teman sekelas menjuluki kami RHASIST.

kemudian, karena supaya gampang diingat oleh kami, jadilah RHASISTERZ ini terbuat, agak-agak alay sih bahasanya. Tapi inilah yang menjadi ciri khas kami.

141004 begitu dulu selalu saya tulis, yang artinya (14 Oktober 2014)
dan tahun ini sudah menjadi 141014 (14 Oktober 2014)

Sepuluh tahun, berkenalan dan huaaahh.. speechless, 10 tahun berlalu, ada yang sudah menikah, ada yang sudah punya anak, ada yang akan menikah, dan ada pula yang masih bahagia dengan kesendiriannya. Semoga keberkahan selalu mengiringi kita ya temans..


Well, Happy 10th anniversary my besties.. 

Monday, October 27, 2014

Cha Seung Won~~ Masih tentang Korean drama

Cha Seung Won..

Artis Korea yang baru saya kenal pertama kali ketika menonton drama City Hall (ini juga dramanya Kim Eun Sook). Ada blog yang bilang, kalau muka Cha Seung Won ini tidak bisa terlihat cakep hanya sekali pandang, harus berkali-kali dulu baru dapet.

Yup! Bener juga sih, beberapa pemeran drama korea memang tidak bisa dibilang tampan dalam sekali pandang. Dan begitu juga dengan Cha Seung Won, tapi tetap saja. Cha Seung Won ini setelah sekali terlihat ganteng, maka seterusnya ia akan seperti itu.

Perannya dalam City Hall yang menjadi pendukung Kim Sun Ah, tokoh Shin Mi Rae yang akhirnya menjadi walikota sebuah Kota kecil di Korea Selatan ini totally bikin jatuh cinta. Balik lagi sebenarnya adalah si penulisnya yang memang sarap bikin cerita, serta acting yang ciamik dari kedua artis ini bikin penonton kaya saya melting liat kemesraan mereka.

Dan lagi, ini kisah middle-aged gentleman juga, jadi yaa Cha Seung Won sangat terlihat seksi dalam beberapa scene.

Salah satu scene tergila yang selalu terngiang adalah dimana Shin Mi Rae dan Bu Ju Guk itu spending night after Shin Mi Rae nemuin temuan kejahatan yang dilakukan walikota sebelumnya. Ketika perjalanan pulang, Shin Mi Rae tertidur lelap. Karena terlihat  kelelahan, ia hentikan mobilnya di daerah yang banyak pepohonan.

Sambil memandang wajah Shin Mi Rae yang terlelap, Ju Guk melihat sinar matahari menyorot ke wajah Shin Mi Rae. Dengan kerennya, Ju Guk kemudian menghalangi sinar mentari yang mengenai wajahnya Shin Mi Rae.. aaaaakkk.. Michin !!!! Nae ga micheonabwa!

Well , silahkan kelucuan, lagi-lagi korean drama ini lucu, sedih , konyol dan romantis..
Joshimhae bwayo, chinggudeul..

Korean Drama: Gentleman's Dignity [addicted!!]

Well, yuhuuuu...

Penyakit saya kambuh, ketika hasrat selalu saja ingin menonton drama korea, beberapa drama yang menyentuh dan memberikan memori sendiri membuat saya ingin kembali memutarnya lagi.

Ini karena kebetulan sih, ketika saya beberes rumah, saya menemukan dvd drama korea yang saya beli. Dan kalimat inipun datang

"Ini sih wajib ditonton lagi" dengan konsekuensi yang terbayang adalah kurang tidur.

Yup! saya sekarang kurang tidur. T.T

Drama Korea yang sedang kembali membuat saya 'menderita' adalah drama yang dibuat oleh penulis Korea Favorit saya, Kim Eun Sook. Judul dramanya Gentleman's Dignity.
Kim Eun Sook juga yang menulis drama Secret Garden, City Hall dan beberapa drama lainnya yang tidak ketinggalan saya tonton juga. Hati-hati dengan drama yang ditulis olehnya. Bikin Gila !!

Gentleman's Dignity berkisah mengenai persahabatan 4 orang cowok berumur 40an, bagaimana mereka menjalani hidup dan mendapatkan cintanya masing-masing.

Laki-laki middle-aged itu digambarkan keren sekali, dengan segala kemapanan mereka dan daya tarik mereka dalam menarik perempuan. Fiuuuuhh, dan yang pasti masalah-masalah yang timbul dalam drama ini yang bikin saya tertawa, termenung, menitikkan air mata dan pastinya ingin memiliki one of mid-aged ahjussi itu. Hihihihi.

Back to the story, dari berbagai kekonyolan adegan dan keromantisan adegan, dan kesedihan adegan, scene sedih yang mengharukan untuk saya adalah ketika Kim Ha Neul (pemeran Seo Yi Soo) ini harus menghadapi kenyataan bahwa Jang Dong Gun (pemeran Kim Do Jin) ternyata memiliki anak dari cinta pertamanya yang memang baru diketahui oleh Jang Dong Gun saat anak tersebut sudah berumur 19 tahun.

Aaaaakkkkk!!!! masih ngebayanginnya aja udah bikin gila (lebay: mode on)

I was wondering If it was me, mengetahui kekasih yang memang terkenal playboy, hubungan yang baru berjalan beberapa minggu namun sudah terasa indah, tiba-tiba laksana halilintar, jegeeeeeerrr!!!
Kekasihnya bilang he already has a son. Bukannya memberikan si wanita pilihan apakah ia bisa nerima hal itu atau ngga, tapi si lelaki dengan keegoisannya yang katanya tidak berhak memberikan pilihan langsung bilang kira-kira begini terjemahannya:

Ucapan tentang akan membahagiakanmu, aku tarik kembali.
Ucapan akan terus menyukaimu sampai kamu duluan yang akan berhenti menyukaiku, aku juga tarik kembali.
Maafkan aku tidak bisa menjaga janji-janjiku.

Saat si cewe masih saja memberikan kesempatan apakah cuma itu yang ingin si cowo sampaikan, dengan yang katanya berat hati dia bilang, hati-hati di jalan pulang.

Emosi!!!! (ini penulis skenarionya emang bisa banget bikin saya gila), tapi setelah itu.. saya suka dengan sikap Jang Dong Gun itu, dia tahu apa yang akan terjadi dengan si Kim Ha Neul nya.
dia nelpon security di lantai dasar, memerintahkan agar menahan kunci mobil si Kim Ha Neul, karena ia sedang dalam keadaan tidak bisa menyetir.

Ini yang saya suka dari drama Korea, selalu ada sisi pelajaran akan keselamatan berlalu lintas. hihihihi..

Si Jang Dong Gun lari ke bawah, ngejar si Kim Ha Neul yang sudah histeris ngga karuan. Do Jin ngelarang Yi Soo pulang sendiri, Yi Soo ngga mau. Akhirnya Do Jin yang nyetir mobil Yi Soo dan nganterin Yi Soo pulang. Saya hentikan disini untuk scene ini. Silahkan anda sekalian nonton sendiri

Lanjut scene lain adalah ketika Yi Soo yang merasa tidak diadili, membuat semacam syarat agar Do Jin setidaknya menepati janjinya sampai akhir bulan. Do Jin harus selalu mengangkat telpon dan mengikuti apa yang diinginkan oleh Yi Soo.

Beberapa hal yang dia minta adalah:
Hanya saling bertatapan di lampu merah perempatan jalan (tanpa kata)
Minta ditemani ke toko buku (tanpa kata)
Minta ditemani nonton di bioskop (tanpa kata)
Minta hanya ditemui ketika Yi Soo sedang merindukannya (tanpa kata)
dan terakhir mereka makan di taman.
 

Every single thing yang Yi Soo minta, dan acting mereka gila banget ! kerasaaaaaa meen (makin lebay), You guys really have to watch it.

Dan pusat kegilaan si penulis adalah bagaimana si Do Jin melamar si Yi Soo untuk menikahinya.
Dilamar dengan lagu Will You Marry Me nya Lee Seung Gi dengan para kerabat yang berjoget. Lalu Do Jin membuatkan rumah yang diinginkan Yi Soo dengan rancangannya menggunakan benang merah wol. (Rumah yang tidak akan ditinggalkan)

Aigooooo.. ini akan menjadi kegilaan yang berlanjut dan bertahan beberapa hari.
Well guys, kalau kalian adalah tipe penasaran kaya saya, Just Be Careful ! Hati-hati dalam menontonnya. Dan jaga hati kalian. Ini addicted soalnya. :D Keep Watching yaaa..



  

Tuesday, October 21, 2014

Happiness is Simple !

Terkadang, banyak orang berpikir bahagia itu sulit didapat. Dan saya termasuk di dalamnya.
Padahal bahagia itu kita sendiri yang menciptakan. Kita sendiri yang bisa dengan mudahnya membuat bagaimana agar bisa bahagia.

Bahagia tidak melulu harus tentang kepemilikan  barang yang mewah, banyak, dan lain sebagainya.

Bahagia terkadang cukup dengan mengetahui bahwa hari ini kita bisa bangun dari tidur kita yang lelap. Kembali menghirup nafas dari udara yang diberikan Alloh. Dan bahagia bisa kembali melakukan aktifitas sehari-hari.

Bahagia adalah Bersyukur. Bersyukur akan semua hal yang didapati.
Bahagia tidak perlu dicari tapi kita bisa ciptakan sendiri.

Seperti hari ini, ketika saya membuka mata. Dan membaca sebuah email dimana seseorang bersyukur akan sesuatu yang saya temukan, ia bersyukur akan apa yang ia alami dan ia bersyukur atas apa yang ia lupakan kemudian ia temukan. Itupun kebahagiaan.

Bahagia tidak selalu kita rasakan sendiri, saat orang lain bahagia dan kita bisa ikut senang, itupun kebahagiaan. Dan itu amat sangat sering terjadi. Setiap hari.

See, Happiness is as simple as that.

Be Happy Everyone, Everytime, Everyday !
You never live alone. Even no one there, Alloh will always there with you.

Monday, October 20, 2014

Kim Joo Won - Secret Garden

Kalau kalian penggemar K-Drama pasti akan tahu yang nama Kim Joo Won ini.

Kim Joo Won adalah salah satu karakter dalam drama series berjudul Secret Garden yang dimainkan oleh Hyun Bin.

Tahu kan, Hyun Bin itu cakepnya udah kaya apa tau, ditambah lagi, di karaternya Kim Joo Won ini berperan sebagai seorang Chaebol (anak orang kaya) yang ganteng, pinter, sombong tapi cinta banget sama si Gil Ra Im yang diperankan oleh Ha Ji Won.

Berulang-ulang nonton Secret Garden ini, berulang-ulang pula saya jatuh cinta sama Kim Joo Won ini. Saya suka karakternya, saya suka kesombongannya, saya suka gimana dia selalu care sama Gil Ra Im itu.

Well, kalau di dunia ini beneran ada kaya Kim Joo Won, apakah beneran pula ada yang sanggup jadi Gil Ra Im nya ya?

Ah, dasar ! Drakor (Drama Korea) itu memang bikin penonton yang lebay kaya saya ini tergila-gila.

Saya sedang suka scene dimana Kim Joo Won begitu khawatir terhadap Gil Ra Im setelah untuk kedua kalinya didatangi oleh Ibunya Kim Joo Won. Kim Joo Won terus menerus menelpon Gil Ra Im dan mengiriminya sms, namun tidak dijawabnya oleh Ra Im.

"Dimana
Angkatlah telponnya, ya?
Dimanapun, biarkanlah aku tahu."

Ra im hanya memandangi handphonenya

"Ayolah, masa begini?
Kita hanya sampai begini saja?
Kamu yakin?"

lagi lagi tidak dijawabnya.

"Aku sangat khawatir, berikanlah kabar untukku."

Oh My God, segitu desperate-nya si Kim Joo Won, tapi buat saya, ia semakin cool dengan begitu.

Wishing someone will be care like that to me. *berdoa*

Hal lain yang menyebalkan namun keren adalah scene dimana Kim Joo Won udah ga bisa nahan lagi kalau dia beneran suka sama Gil Ra Im. Saat confessing perasaannya itu dia nggak ada jaimnya untuk ngungkapin semuanya dan dengan lugasnya memberikan pilihan kepada si Ra Im.
Lupa bagaimana lengkap dialognya, tapi kira-kira begini

"Aku memutuskan aku saja yang akan menjadi Little Mermaid, aku yang akan terus bergantung padamu, walaupun akhir dari hubungan kita seperti gelembung busa. ngga ada."

"....Setiap 5 menit tidak pernah aku tidak membayangkanmu, aku tidak membayangkanmupun, kamu selalu ada di dalam pikiranku. Dan ini semua salahmu. Seharusnya pada saat aku bertanya kepadamu, harusnya kamu bilang kamu bukan Park Chae Rim. Jadi kita tidak akan berlanjut sampai saat ini."

Ra Im menatapnya kesal (padahal disini Ra Im juga sudah suka banget sama si Joo Won)

ada juga kalimat yang seperti ini, yang menurut gue bener banget, tapi menyebalkan untuk didengarkan.

".... kalaupun nantinya aku harus memilih, aku akan tetap memilih menjadi CEO dan hidup seperti biasa. Walaupun aku tahu kau lebih menginginkan aku memilihmu dan aku kehilangan segalanya. Tapi apa setelah itu kita akan bahagia? Apakah perkataanku salah?"

dan dengan kesal ditahan si Ra Im bilang " Semua perkataanmu benar ........"

Kemudian mereka diam lagi.

"Aku sudah mengutarakannya, dan aku menunggu jawabanmu terhadap pertanyaanya"

Joo Won langsung ninggalin si Ra Im gitu aja.
from Google

Ngga ada habisnya sih, kalau ngebahas tentang Kim Joo Won ini. Scene yang paling menyentuh adalah saat Joo Won 21 tahun mulai mengingat semua kejadian kecelakaannya dia sampai akhirnya, dia yang baru saja mengacuhkan si Ra Im, langsung ngejar balik ke rumahnya si Ra Im.

Dia sampaikan semua pesan ayahnya yang tertunda selama 13 tahun itu, dan keputusan akhirnya untuk membuat Ra Im menjadi istrinya. Ini juga sweet banget scene nya.

".... kita akan merayakan pernikahan kita saat Ibu ingin menghadirinya. Kamu ngga apa-apa kan?"
Ra Im tersenyum dan menjawab dengan lantang

"Itu bukan masalah sama sekali"

Dan beberapa tahun kemudian, mereka punya anak 3. Wuiih.. kalau ada kelanjutannya, ini drama ngga akan ada abis-abisnya kaya drama Tersanjung mungkin ya... hehe..

Well, saya cukupkan sampai sini untuk membahas Si Uwow Kim Joo Won.

Do.. bo ja !! (Sampai ketemu lagi) 

Still- Daddy I Love You as Much as I Love Mom

Beberapa hari setelah kejadian kami dimarahi,

Kemarin malam, saya dan adik saya berjalan-jalan ke sebuah mall. Hari itu, giliran adik saya yang diberi uang untuk membeli sepatu baru. Ketika di perjalanan, adik saya bercerita.

"Temen-temen aku bilang gini pas aku ceritain tentang 'ting tong'. Pid, kita tukeran abah aja gimana? Ayahku tidak seperhatian ayahmu. Aku mau deh tukeran apa aja supaya bisa dapet kaya abah kamu."

Meski bermain-main, kalimat ini tetap menjengkelkan didengar, masa Abah mau dituker-tuker. Namun kalimat ini membuat saya tertegun. Terkadang kami malah kesal dengan perilaku abah ini, tapi....

Well, inilah yang dinamakan tidak pernah bersyukur atas apa yang dimiliki dan seperti salah satu pribahasa yang mengatakan, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

Belajar bersyukur lagi dan selalu terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Abah, Saranghaeyo..

Tuesday, October 14, 2014

Dad, I Love You too as much as I Love Mom...

Pernah ngga sih kalian marah sama ayah sendiri? Entah karena memang ngerasa dikekang, atau karena sudah merasa berasa bukan anak kecil lagi, sehingga terkadang apa yang dilakukan ayah berlebihan.

Saya pernah. Saya memanggil abah kepada ayah saya.
Karena mama sakit, saya terkadang lebih mencintai mama dibanding abah.
Padahal keduanya berhak dicintai dengan kadar yang sama.
Mama dengan segala perilakunya yang selalu ingin mengabulkan keinginan saya padahal saya tahu batas kemampuannya, selalu menjadi prioritas utama dalam hidup saya.
Kalau abah, karena memang sedari kecil beliau keras mendidik kami, saya sedikit menjaga jarak, dan memang segan dengan beliau karena selalu benar kalimat-kalimat yang dikeluarkannya. Tetapi saya tetap mencintainya walaupun seperti yang sudah saya bilang, lebih besar cinta saya pada mama daripada kepada abah.

Beberapa hari yang lalu, saya sedikit marah lagi kepada beliau, padahal memang saya yang salah. Tapi ya itu, karena merasa bukan anak kecil lagi, saya tidak begitu suka dengan perlakuannya. Tapi sekarang saya sadar, seberapapun menyebalkan sikapnya itu, semuanya adalah untuk kebaikan saya, anaknya.

Jadi ceritanya, karena lelah (ini alasan) saya kesiangan bangun untuk Sholat Shubuh. Padahal mama sudah telpon, sms berkali-kali, menggebrak-gebrak atap rumah bawah agar kami (saya dan adik saya) bangun. Tapi tetap kami tidak bangun.

Lalu kemudian, ketika turun ke rumah bawah, abah dan mama sudah menunggu di bawah. Mama sudah pasti akan diam jika kami akan 'dimarahi' abah.

Abah bertanya "Kamu lagi sholat ngga?"

dengan tertunduk aku jawab " Sholat."

"Trus sekarang jam berapa? Shubuh juga sudah habis waktunya." katanya sedikit berteriak. Well, abah memang suaranya lantang. Kadang suara ini pula yang membuat mama kaget dan sakit hati sepertinya.

Setelah wudhu aku berlari ke rumah atas dan sholat.
"Qadha niatnya. Waktunya juga sudah habis!" teriak abah dari rumah bawah.

Saya termenung, lagi-lagi saya yang sudah merasa besar ini masih ketinggalan sholat. Mau jadi apa hidup ini coba, mau bawa apa ke Akhirat kalau sholat lima waktu saja ngga on time! Dada saya terasa sesak.

"Pida ! Pina, Turun semua !! Abah mau bicara." Teriak abah lagi.
Saya turun setelah adikku.

Kami duduk di bale rumah bawah, bersiap menerima (katakanlah) amarah Abah karena kasih sayangnya, ini yang selalu saya tahu.

"Kenapa jadi begini sih? kita ini belum ada apa-apanya. Belum sukses, belum kaya, belum mapan, udah berani-beraninya ninggalin sholat. Gimana kalau sudah sukses, gimana kalau sudah kaya? Nih, denger, Sholat sekali waktu ditinggalin aja, dosanya udah besar. Ya Alloh, kenapa jadi begini. Abah mah sakit hati kalau kalian, anak-anak abah meninggalkan kewajiban sholat. Jangan bilang ngaji deh, sholat aja ketinggalan, gimana ngaji."

Kami masih menunduk ketakutan mendengarkan kebenara-kebenaran ucapan abah. Abah sakit hati, saya lebih sakit karena menjadi penyebab kesakit hatiannya.

"Dulu setiap minggu bisa kok kalian pergi ke Majlis, kenapa sekarang abah liat sudah tidak pernah lagi? Tiduuur terus! Ya Alloh, mau jadi apa ini kalian teh." Abah orang sunda, sebenarnya semua kalimat disini terucap dengan Bahasa Sunda, saya translate saja.


Kemudian abah mengetes kami mengenai Syahadat, dan hanya sedikit yang bisa kami jawab. Kami merasa bodoh.
Abah kembali merasa sedih. Beliau setiap shubuh sering mengajarkan ngaji kepada anak-anak di sekitar rumah, sedangkan anak-anaknya, semua ajaran yang pernah diajarkannya, hampir melebur dalam ingatannya.

Saya bisa sekali membayangkan betapa kecewanya kepada kami. Begitupun kami kepada diri kami sendiri.

Setelah itu abah kembali berkata "Mulai sekarang, Pina wajib pulang setiap hari Jumat. Gimana di kosan kamu, di rumah aja ketinggalan. Nanti siang, kalian berdua ke pasar, beli bel yang bagus, yang suaranya nyaring, terus beli helmet, dan pelampung air"

Bel? untuk apa bel?

"Bel bukan untuk tamu, tapi untuk bangunin kalian di rumah atas."

Kami menahan tawa kami.

Saya tahu kemarahannya sudah berakhir. Tapi kami masih tetap saja malu.

Tidak lama setelah itu, Abah datang ke rumah atas, membawa uang 1 juta rupiah.
"Ini untuk beli pelampung air, helm, bell dan lain-lain." Kata abah kepada adikku lalu kemudian turun lagi.

"Pina, ini uang banyak amat, yang abah suruh beli paling cuma 500 ribu, itu juga masih ada sisa. Ini buat apa lagi sisanya?"

Saya semakin tertunduk sedih.
"Itu buat sepatu, kemarin Pina minta dibeliin sepatu sama abah"

Dan kami berdua menghembuskan nafas bersama-sama.

Abah, I Love You.. We Love You...

Monday, October 13, 2014

mencintaimu laksana aku mendaki

Akhirnya sampailah di titik menyerah .

Menyerah akan hubungan yang dari awal yang sudah kuketahui akan berat.
Di awal kami berdua bertekad untuk bisa melaluinya, ternyata kamu menyerah terlebih dahulu dan akhirnya hubungan ini (seperti) berakhir.

Mencintaimu mungkin akhirnya kusadari seperti bagaimana aku melakukan pendakian.
Aku tahu ujungnya cape, namun aku tetap melakukannya. Berbagai rasa cape(kebanyakan) aku dan senang aku dapatkan, namun tetap berakhir dengan kalimat "aku tetap tidak suka mendaki"

Begitupun denganmu, terus berharap bahwa akhirnya akan bahagia walaupun dalam bayanganku akan sulit, tetap saja kujalani, sehingga akhirnya inilah yang kudapat. Akhir yang tidak menyenangkan.

Berusaha tidak menyesali membuang-buang waktu dengan orang yang sepertinya tidak pantas kuperjuangkan rasanya berat tanpa bantuan orang - orang yang menyayangiku. Dan lagi, Alloh tidak pernah meninggalkanku.
Mungkin ini adalah doa yang Alloh kabulkan tanpa kusadari. Kamu pergi meninggalkanmu. Jawaban atas istikharahku mengenai hubungan ini. Bukan aku yang meninggalkanmu, tapi memang kamu yang pergi.

Well, yaa.. ALLOH WILL ALWAYS THERE.

Always be happy then.
Bismillah melanjutkan hidupku lagi membahagiakan keluargaku saja menjadi fokus utama.

Friday, January 10, 2014

"WHY SO SERIOUS?"

Kalimat ini seperti terapi untuk kekasih saya. Dan saya mencoba  mengikuti melakukannya jika sedang mengalami hal-hal yang sulit.

Dalam hidup, tidak semua hal selalu berjalan lancar dan sesuai dengan rencana kita bukan?
Pada suatu saat hal tersebut juga terjadi kepada kekasih saya.

Terlalu dalam ia memikirkan sesuatu hal, hingga akhirnya ketika kami sedang mengobrol dan mengungkapkan kesulitannya, kalimat ini keluar "Why So Serious?"

Katanya pula bercerita ketika saya bertanya apa itu? ia berkata bahwa kalimat ini dikatakan oleh Joker, musuhnya Batman di filmnya. Dengan kalimat ini, ia merasa dalam menjalankan sesuatu itu harus dibuat santai saja.

Seperti kalimat, "kita harus mendapatkan apa yang harus kita dapatkan dan kita tidak akan pernah mendapatkan apa yang tidak seharusnya kita dapatkan." Jadi santai saja. Why So Serious?

Walaupun dalam kisah aslinya, kalimat ini diceritakan Joker adalah kalimat ayahnya saat mabuk dan kemudian melukainya dengan membuat sayatan di pipi sebelah kanan dan kirinya. Agak horor sih, dan kalau searching di Google memasukkan kata ini, jika memilih imagenya, yang keluar itu gambarnya serem-serem.

Tapi hal ini tidak berlaku untuk kekasih saya dan saya yang mencoba mengaplikasikannya..
Menurut kami, semua masalah akan selesai. Alloh sudah mengaturnya sedemikian rupa, sehingga kesulitan atau masalah itu akan selesai bagaimanapun caranya. Akan ada hikmah dan bahkan pelajaran yang bisa diambil nantinya.

Rasanyapun akan semakin enteng dijalani. So, Why So Serious?

Seperti quote modifikasi dari kalimat ini yang saya buat :