Tujuan saya ke Malaysia itu adalah salah satunya ingin
mengetahui bagaimana indahnya Masjid Jamek. Seperti biasa pagi hari saya
berjalan lagi sendiri. Kali ini lebih pagi sekitar jam 6. Bertanya ke petugas
hotel, ternyata jaraknya tidak jauh, jadi saya memutuskan untuk berjalan kaki
saja.
Di Malaysia ternyata jam 6 itu bener-bener masih sepi, saya
tidak begitu banyak melihat orang berlalu lalang, hanya satu dua di setiap blok
jalan. Masih ngerasa aman aja pokoknya akhirnya satya meneruskan jalan pagi ini. Papasan sama orang
Jember dari Indonesia waktu nanya lagi dimana letak Mesjid Jamek. Lalu beliau
menyarankan untuk sekedar jalan-jalan ke Dataran Merdeka katanya, yang ia
tunjuki dimana letaknya.
Sampai di Mesjid Jamek ternyata sedang ditutup ada perbaikan
bangunan rupanya. Disana bertemu bapak yang keluar dari masjid, lalu bertanya kepada saya "kamu sendiri?" untuk pertama kalinya seseorang mengingatkan saya agar berhati-hati. Karena katanya di wilayah itu banyak pencopet. Tapi yasudah.. saya tetap meneruskan perjalanan sendiri ini.
Lanjut jalan lagi menuju Dataran Merdeka,
masih dengan rasa aman walaupun jalanan sepiii banget saat itu, nggak ada
curiga apa-apa. Sampai di Dataran Merdeka, ternyata banyak yang tidur di
pinggir-pinggir jalan begitu juga, wah mulai khawatir, tapi tetap masih ngerasa
aman.
Liat ada museum baru, coba tanya-tanya sama satpam orang
India yang jaga disitu, dia baik sampai ngasih tiket free guide museum dan
beberapa gedung di sekitarnya. Tapi sayang museum baru buka jam 10 saya nggak
bisa ngejar lagi kesana, karena harus siap-siap balik ke Indonesia.
Sambil istirahat sebentar ngobrol-ngobrol dengan Satpam
tersebut, ngeliat matanya, tatapan agak menyeramkan sih, jadi nggak kontak mata
terus. Dia mengingatkan katanya hati-hati jalan pagi-pagi di KL, masih banyak
orang mabuk yang suka tidur di pinggir jalan. Jengjeeeeeng!!! Mulai makin
khawatir.
Akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke hotel aja. Pas
mau nyebrang, ada bapak-bapak yang tanya dengan bahasa Melayu yang nggak saya
ngerti setelahnya kami mengobrol sebentar, beliau ternyata orang Semarang.
Lagi-lagi diingatkan untuk berhati-hati jalan-jalan di Malaysia sendirian
pagi-pagi. Alasannya sama. Makin deeh khawatirnya naik menjadi rasa takut.
Ditunjukin jalan terdekat menuju hotel, saya mengikutinya.
Dan ternyata malah lewat lorong-lorong dan pinggiran sungai. Ada beberapa orang
yang tidur di pinggir jembatan, dan orang-orang India yang sedang bergerombol
menakutkan.
Agak berlari terus menuju jalan hotel, setelah dekat dengan
jalan menuju hotel orang-orang sudah mulai terlihat berlalu lalang. Ketemu
dengan turis asal Jepang yang lagi sendirian, karena nggak mungkin menggunak
free ticket tadi, saya berikanlah kepadanya. Dan map KL yang sedang ia
cari-cari.
Setelah sampai di hotel, saya tidak ke kamar. Minum teh
tubruk sebentar di pinggir hotel. Kemudian berjalan-jalan lagi di sekitar sana.
Saya menemukan ada pasar pagi yang menjual barang-barang murah, tapi ada barang
seken juga. Sepertinya mereka hanya berjualan sampai jam 9 pagi. Mulai dari
pulpen sampai HP Iphone ada disana. Yang pasti harus nawar.
Mulai lelah akhirnya memutuskan untuk kembali ke hotel. Saat
sedang berjalan, tiba-tiba rasanya ada yang mengikuti dari belakang, orang
India, tinggi, besar dan agak hitam. Rasa takut mulai menyerang, tapi mencoba
tetap tenang karena situasi sudah mulai ramai. Karena dia terus mendekat
akhirnya saya berhenti dan dia mendekat. Dengan bahasa melayu yang kental dia
bilang “Saya baru di KL, Hotel kamu dimana?”
Makin curiga saya bilang “Saya juga baru, dan saya tidak
tahu” lalu kemudian ngacir. Ternyata orang India itu masih mengikuti. Gawat
kalau saya masih terus menggunakan jalan yang tadi. Akhirnya saya balik arah
dan mulai berlari menuju hotel. Berlari secepatnya sampai akhirnya ia
kehilangan saya. Sampai di kamar dengan keringat bercucuran dana badan yang
masih bergetar barulah saya merasa aman. Fiuhh..
Ternyata KL tidak seaman itu, intinya adalah dimanapun kita
berada memang harus selalu ada rasa tidak aman. Jadi berhati-hatilah.
Setelah Check-out kami menuju KL Sentral lalu menggunakan
Aerobus kembali menuju LCCT. Dan kembali pulang ke Indonesia tercinta.