Monday, October 29, 2012

Jambi Kota Simpang


Pertama kali menginjak Sumatera itu adalah Kota Jambi. Walau dalam misi tugas, saya tetap mencari waktu senggang untuk setidaknya meng-explore sekitaran Kota Jambi.
Perjalanan yang selalu melewati beberapa simpang akhirnya menimbulkan tanya di benak saya,

“Perasaan dari tadi banyak persimpangan ya , Pak ?” tanya saya kepada sang supir yang membawa kami menuju Hotel. Sang supir hanya mengangguk, lalu menjelaskan lagi beberapa tempat yang kami lewati.

Di hari pertama kami sempat mengunjungi daerah-daerah yang sering dikunjungi. Diantaranya Ancol Jambi, Jembatan Aur Duri 2 (dua), dan pujasera makanan-makanan khas Jambi. Ternyata di Jambi banyak hal-hal yang mengutip dari daerah lain di Indonesia, misalnya ada Monas, lalu juga ada Jalan Malioboro, Ancol seperti yang sudah saya sebutkan tadi, walaupun dalam bentuk yang berbeda dengan aslinya.

Untuk makan malam, kami mencoba pindang ikan patin dan tempoyak udang. Katanya tempoyak itu makanan khas Jambi, tempoyak itu merupakan kuah sayuran, hanya ada rasa durian di dalamnya. Jadi 
rasanya campur-campur  gurih dan rasa durian. Silahkan dicoba jika ke Jambi.

Di hari kedua, saya diajak berkeliling oleh salah satu teman di Jambi yang sangat baik sekali. Kami berkeliling untuk menemani saya mencari oleh-oleh yang bisa saya bawa pulang, setelah seharian kami berkeliling di salah satu desa di Kabupaten Muaro Jambi, yaitu Sungai Gelam. beberapa kali berputar, lagi-lagi saya bertanya,

“Kita sudah melewati simpangan berapa kali ya ?”

Teman dan supir yang membawa saya berkeliling tertawa renyah mendengar pertanyaan saya itu.

“Jambi kan memang dikenal sebagai Kota Simpang, Fina. Jadi kita mesti akan melewati berbagai simpangan kemanapun tujuannya. Tapi, kalau kamu tinggal di Jambi lamaan dikit aja, kamu akan tahu kalau Jambi itu sebenarnya jalannya kesitu-situ juga.”

Saya hanya mengangguk-angguk mendengar kalimat teman saya yang baik itu. Setelah berhasil mendapatkan empek-empek SELAMAT yang disukai adik saya, kami bergegas menuju toko batik khas Jambi. Saya mulai berpikir untuk mengkoleksi batik-batik Indonesia di berbagai tempat, jadi pengkoleksian dimulai dari batik Jambi ini. Walaupun di rumah sudah ada beberapa batik daerah yang dibawakan teman-teman sebagai hadiah dan oleh-oleh. Hehehe.

Lanjut perjalanan di malam hari itu adalah saya di ajak makan bakso, namanya Bakso Sukat. Baksonya enak, hanya kuahnya seperti soto,keruh. Tidak bening seperti layaknya bakso yang lain. Ditemani dengan es tebu, yang baru pertama kali saya coba di Jambi, walaupun sudah banyak yang menjual di daerah-daerah lain. Walaupun menurut dokter gigi , makan makanan panas dan dingin tidak boleh dilakukan bersamaan, rasanya tetap enaak saja malam itu. Hehehe.

Karena sudah hampir tengah malam, toko-toko di Jambi kebanyakan sudah tutup, jadi saya hanya bisa mengunjungi sedikit tempat saja. Padahal dalam pembicaraan saya dan teman saya juga dengan supir yang mengantar kami, ada beberapa di daerah Jambi yang menjual barang-barang import murah, tempat yang sebenarnya ingin saya kunjungi, hanya letaknya agak jauh. Jarak tempuh menuju tempat tersebut itu sekitar dua jam. Nama daerahnya Tungkal. Mungkin lain kali ketika saya mengunjungi Jambi lagi, saya akan mengunjunginya.

Oh iya, katanya ada mitos. Kalau kita meminum air mineral yang bersumber dari mata air Batang hari, dipastikan tak lama lagi, mereka yang meminumnya akan kembali ke Kota Jambi. Semoga saya juga segera kembali kesana. J

Friday, October 12, 2012

Hilang Itu Semoga Terganti dengan yang Lebih Baik

Suatu sore setelah selesai bekerja, mencoba menggunakan bus untuk pulang ke Bogor. Ternyata perjalanannya terasa lebih berat, karena macetnya yang luar biasa di jam-jam pulang kerja di Jakarta. Tetapi selalu ada plus dan minus bukan dalam segala hal ? Dengan menggunakan bus ternyata perjalanan menuju rumah lebih mudah dan terbilang lebih cepat beberapa menit daripada menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik).

Tidak terlalu banyak yang dikerjakan di kantor rasanya lebih membuat badan lebih capek daripada saat sedang banyaknya tugas di kantor. Sepulang dari kantor rencananya akan lanjut mengerjakan soal untuk UTS di sekolah dan menyiapkan modul untuk mengajar. Tapi rencana hanya tinggal rencana. Sampai rumah rencana itu hangus karena tertidur . :p

Sampai di rumah, mama menyambut saya di depan pintu dengan senyum yang agak berbeda. Tiba-tiba rasa lelah agak berkurang namun tak lama setelahnya jadi berat lagi ketika mama menarik tangan saya membuat saya mendekat ke wajahnya.

"Jangan kaget ya. Motor abah hilang." Bisiknya di telinga saya.

Hmmm. Sebenernya ingin langsung menangis, membayangkan sedih yang pasti dirasakan oleh abah tentang hilangnya motor itu. Bagaimanapun motor itu merupakan motor yang sangat disayanginya, terkadang melebihi   sayangnya terhadap saya anaknya. Hehe.

Menatap wajah abah untuk mencium tangannya (ritual pulang kerja) terlihat ada kekecewaan yang tersembunyi. Setelah mencium tangannya, kembali tangan saya ditarik perlahan untuk didekatkan ke wajahnya.

" Jangan kaget ya." tuturnya tidak jauh beda dengan kalimat mamah. "Motor ilang waktu ngaji di mesjid."

Saya hanya mengangguk dan diam mendengarkan kronologis yang kemudian diceritakan abah.

"Mungkin memang sampai segitu rejekinya punya motor. Ikhlasin aja ya." Tutur abah selanjutnya. Walaupun sebenarnya mungkin pasti ada rasa kecewa didalam hatinya. Lebih yakin lagi abah akan belajar untuk benar-benar mengikhlaskan barang kesayangannya itu.

Rasanya ingin deh bilang saat itu "Besok langsung ke dealer aja. Pilih motor yang abah suka langsung beli." tapi belum mampu untuk mengatakan itu saat ini. :)

"Ini ujian dari Allah, kalau motornya udah ngga ada begini, masih mau tetap ngaji ngga ? Naik angkot atau naik ojek gitu." mama kemudia mengeluarkan kalimat yang saya tidak duga sebelumnya.

Kalimat yang langsung disambut senyuman oleh abah. "Iyalah harus tetep jalan terus. Ada ataupun ngga ada motor."

Mendengar percakapan itu sangat membuat hati tenang, karena ternyata mama sangat bisa dengan caranya membuat beban di pundak abah lebih ringan sepertinya. Semoga motor yang hilang diganti Allah dengan yang lebih baik. Semoga abah dinaikkan derajatnya dengan mengikhlaskan kehilangannya tersebut. Dan semoga mama akan selalu menjadi sosok yang luar biasa untuk menemani abah. Aamin.

Segala hal itu terjadi pasti dengan alasan dan hikmah kelak. Mudah-mudahan.


Monday, October 8, 2012

Jakarta I'm in Love ..


Entah kenapa saat mendengar kata Jakarta, selalu ada rasa iri. Iri karena sebagai Ibu Kota negara yang letaknya tidak jauh dari kota tempat saya tinggal, saya sama sekali tidak tahu mengenai kota ini terlalu banyak. Hanya 'macet' yang selalu menjadi pembicaraan saat kata Jakarta dikeluarkan.

Beberapa kali mendapatkan kesempatan ke Jakarta saat bekerja di Bogor, rasanya menyenangkan. Walaupun ketemu macet, kereta yang desek-desekkan, tapi tetap saja rasanya menyenangkan. Menginjakkan kaki di tempat yang baru. Dan tempat baru itu adalah Jakarta.

Tetapi setiap ke Jakarta selalu saja hanya pada satu tujuan. Jadi sampai sekarang, masih saja belum bisa mengenal Jakarta seutuhnya. Yang selalu membuat saa penasaran adalah mengenai angkot, metromini, bus yang banyak. Saya selalu ingin untuk menggunakannya kapan-kapan untuk mengelilingi Jakarta ini.

Dan beberapa kali datang ke Jakarta, lebih efisien menggunakan KRL ( Kereta Rel Listrik ). Namun sayangnya, semakin saya tidak mengetahui Jakarta jika menggunakan alat transportasi bus. Dan kebanyakan bus adalah transportasi yang sering digunakan.

Well, selalu bermimpi untuk bekerja di Ibu Kota Negara Indonesia ini. Dan akhirnya mimpi itu terwujud. Beberapa saat sebelum resmi bekerja sebagai staf di salah satu Gedung di Jakarta. Seorang sahabat mengabulkan keinginan saya dengan selalu mengajak saya ke kantornya yang berada di kawasan Sudirman. Kawasan pusat perkantoran di Jakarta. Yang jika akan memasukinya harus menggunakan ID card sebagai jaminan. Kantor yang saya impikan.

Dan beberapa bulan kemudian, terwujudlah mimpi itu. Berlokasi di sekitar Gatot Subrotolah yang kemudian salah satu gedungnya menjadi tempat saya bekerja sekarang. Semoga tercapai untuk mengelilingi Jakarta dengan alat transportasinya.

Bagaimanapun indahnya kota-kota di negara lain, Jakarta juga tidak kalah indah kok. :)
***