Thursday, October 30, 2014

When You can Predict What Will Happen Next..

Entahlah ini menyenangkan atau tidak. Dari judul di atas, beberapa kali sempat saya alami. Saat bisa predict yang menyenangkan sih, ya menyenangkan saja, tapi pas giliran tidak menyenangkan itu yang agak gimanaa gitu rasanya.

Contoh yang menyenangkan:

Ketika itu saya sedang berjalan dengan seseorang yang diam-diam saya kagumi. Kami berjalan bersama, dan seperti biasa membicarakan apa saja yang bisa kami bicarakan. Dan entah kenapa dalan situasi seperti ini saya menduga juga, kami memiliki rasa yang sama yang hanya bisa dinikmati dalam diam. Inipun prediksi yang sepertinya benar. (Mungkin tidak akan pernah tahu kebenarannya sampai kapanpun).
Di tengah perjalanan kami harus berpisah, karena saya akan ke tujuan A dan dia akan ke tujuan B. Karena suatu hal saya harus pergi juga ke tujuan B, kesempatan untuk bertemu seseorang itu amat sangat besar.

Setelah selesai di tujuan A, saya menuju tujuan B dan benar saja, dia masih ada disana. Di tempat dimana saya akan mengunjunginya juga. Saya melihat dia dan dia tidak melihat saya, tapi saya tidak menyapanya. Sampai akhirnya ternyata di tujuan B ini saya selesai duluan, dan dia belum.

Menuju perjalanan kembali ke tempat awal, dari sebuah kaca spion, saya melihat dia selesai di tujuan B, dan sama-sama akan kembali ke tempat awal. Saya menduga, diap tidak akan mengejar, tapi saya yakin kita akan bertemu di persimpangan yang pasti akan kami lewati untuk menuju ke tempat awal.

Well, it was happened! kami berpapasan dan kembali berjalan bersama menuju titik awal. Ini versi menyenangkan bukan. Walaupun dalam diam, saya bisa berjalan dengan orang yang diam-diam saya kagumi. hihihihi.

Contoh yang tidak menyenangkan:

Ketika sedang bertengkar dengan kekasih pada waktu yang telah berlalu agak lama. Saya tau mengapa dia diam, saya tahu mengapa dia tidak membalas sms atau mengangkat telpon saya. Dan saya tahu bahwa ujungnya dia akan diam dan tidak pernah menyapa saya lagi.

Apakah ini sebenarnya bukan prediksi yang bisa tertebak ya? tapi memang karena sudah mengenal sifat dari masing-masing orang tersebut sehingga bisa memprediksi selanjutnya.

Well, bisa membaca apa yang kira-kira dipikirkan oleh orang lain itu terkadang ada menyenangkannya dan tidak. Menyenangkannya adalah karena kita bisa bersikap bagaimana menyikapi sifat orang tersebut. Tidak enaknya adalah kita selalu berhati-hati dalam bersikap itu juga jadi kurang menyenangkan, kan?

Tapi, inilah anugerah Tuhan kan, yang lagi-lagi wajib disyukuri dan disyukuri lagi. Agree?!

No comments:

Post a Comment