Monday, April 23, 2018

I Knew I Loved You Before I Met You (Part 3 Final)

Minggu demi minggu lewat, segala rasa mual muntah dijalanin saja.

Mual muntah bisa terjadi semaunya si bayik, kapan saja dan dimana saja. Tapi Alhamdulillaah, untuk bayik no 3 ini, very cooperative. Kami selalu bernegosiasi kapan harus mengeluarkan muntahan walaupun rasa mual bisa datang ketika dimana saja. Jadi tetap bisa bersih walaupun harus berdiam lama sebentar di tempat muntah. Ah.. ini menyenangkan kok, walaupun lemas.


Thank you bayik, for being soo cooperative. Love You!


Di setiap bulan kami kontrol, beberapa jam sebelum ke rumah sakit, entah kenapa kami pasti saling diam, sampai akhirnya kontrol selesai, baru kami bisa tertawa dengan tingkah si bayik yang gerak-gerak saat liat di USG.


Yaah.. nervous yang tak ada habis-habisnya, selalu berdoa dan berusaha agar si bayik di dalam perut ini sehat selalu, tumbuh dan berkembang sampai akhirnya nanti ia dilahirkan.


Yang bikin amazed akhir-akhir ini adalah rasa bahagia saat tendangan atau gerakan tangan yang terasa di perut. Masya Alloh.. ini indah banget.. rasa gerakan perut -bukan kita yang kontrol-. Biasanya kan yang kerasa itu kalau lagi laper, atau kembung, atau mules pengen pup. Ini bisa ada gerakan saat lagi duduk di kereta, duduk di kantor sambil kerja, atau ketika lagi rebahan menjelang tidur malam, ini waktu yang paling sering terasa aktif gerakannya dan kemudian membuat kita akhirnya selalu mengobrol.

Iya, saya kadang seperti orang gila yang bicara dengan perut ketika di keramaian.. Itu seru apalagi ketika si bayik merespon dengan tendangan atau gerakan tangannya (ini saya masih belum bisa membedakan). Bahkan kadang-kadang suami saya yang nyahut saat saya sedang bicara dengan bayik. Hahahaha...


Oh iya, tentang jenis kelamin ini cerita yang menyenangkan dengan entah kesoktauan kami, entah feeling kami tepat, entah apaa.. (karena yang sesungguhnya akan diketahui ketika bayik ini lahir.)


Jadi, dari semenjak hamil saya tipe yang tidak suka dandan, malas dan ya gitulah.. cuek.. (walaupun memang ngga hamilpun saya seperti itulah kurang lebih) jadi suami berpikir mungkin bayi kami laki-laki, begitu juga saya. Tapi ketika kontrol Bulan Maret yang menginjak usia 5 Bulan, dokter bilang bayiknya perempuan.. lalu shock lah kami semua.. hahahhahaaha..
"Bayik, apapun jenis kelamin kamu nanti, laki-laki atau perempuan, kami akan dengan bahagia menyambutmu."
Sampai akhirnya di setiap ia sedang bergerak di dalam perut dan kami berbicara, terkadang saya bertanya,
"Bayik di dalam perut ini laki-laki atau perempuan?"
Terkadang ia akan diam saat ditanya kedua jenis kelamin itu, terkadang ia menendang saat ditanyakan ia laki-laki. Mungkin bosan dengan pertanyaan saya yang hanya itu-itu saja..

Kontrol selanjutnya, semoga semakin jelas yaa.. bayiknya laki-laki atau perempuan..

"Bayik.. nanti pas di USG, diliatin ya jenis kelaminnya.. biar bisa disiap-siapin sayang."

Love you, Bayik..


Mama dan Ayah.

No comments:

Post a Comment